SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Menjaga Tradisi dan Menjalin Silaturahmi, Nagari Pulasan Gelar Bakau Adat

0
×

Menjaga Tradisi dan Menjalin Silaturahmi, Nagari Pulasan Gelar Bakau Adat

Sebarkan artikel ini
BAKAUA ADAT— Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menghadiri prosesi bakaua adat di Nagari Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO–Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir ikut serta hadir dalam prosesi ba­kaua adat di Nagari Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. Kegiatan itu dihadiri Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir beserta OPD yang ada di Pemerintahan Kabupaten Sijunjung diikuti juga oleh pemerintahan Kecamatan, Wali Nagari dan seluruh Perangkatnya. berbagai unsur yakninya Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai,Bundo Kanduang.

Kegiatan itu dalam rangka menjalin tradisi dan menjalin silaturrahmi banagari yang di gelar di halaman kantor Wali Nagari Setempat, Kamis (2/5).

Selain itu sebagai ungkapan rasa syukur yang diluapkan oleh ma­sya­rakat atas berkat dan karunia dari Allah SWT atas hasil panen hasil pertanian yang diberikan.

Di samping mensyukuri nikmat disertai berdoa dan atas rezeki yang di­berikan dan semoga selalu dalam limpahan rezki tersebut, kegiatan Bakaua Adat ini juga untuk menjalin silaturahmi dan kekompakan masyarakat Tani dalam menngarap pertanian Sawah khususnya.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, memberikan apresiasi kepada ma­syarakat Nagari Pulasan yang masih menjaga kelestarian budaya. “Apa yang menjadi aspirasi dan kebutuhan ma­syarakat yang belum terwujud akan kami usahan secara bertahap sepanjang anggaran tersedia,” tegasnya.

Ada hal yang unik dan berbeda dilakukan pada saat bakawua adat di Nagari Pulasan itu dengan daerah lainnya, yaitu tradisi menebarkan Ampiang (makanan tradisional minang yang terbuat dari beras merah/ketan) kemudian sisanya dibawa kerumah masing masing.

Ketua KAN Nagari Pulasan A D.t Mangkudun menyebut tradisi baka­wua yang dilaksakan di Pulasan ini seperti menebarkan ampiang bertujuan agar nantinya hasil penen padi serta panen buah buahan dan rezeki lainnya di Nagari Pulasan melimpah diberikan oleh Allah SWT.

“Bakawua adat ini kita laksanakan sekali dalam satu tahun setetah hari raya idul fitri atau setelah puasa enam dengan memotong kerbau dan dilakukan doa serta makan bersama,” ujarnya. Akhir dari prosesi Bakaua Adat akan dilaksanan tradisi yang tidak kalah serunya dan yang paling ditunggu oleh seluruh lapisan masya­rakat yaitu “Makan Ba­jamba”(ndo)