METRO BISNIS

Airlangga Pastikan Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Tak Ganggu Kestabilan Ekonomi

0
×

Airlangga Pastikan Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Tak Ganggu Kestabilan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

JAKARTA, METRO–Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, proses transisi pemerintahan akan berjalan dengan baik, dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke pemerintahan Presiden RI terpilih Prabowo Subianto. Ia memastikan, proses transisi ke de­pan akan menstabilkan perekonomian Indonesia.

“Kestabilan politik men­jadi modal Indonesia untuk terus melanjutkan transformasi ekonomi. Indonesia, di tengah kompleksitas lingkungan perekonomian global, kinerja pe­rekonomian kami mengalami kemajuan dan menunjukkan ketahanan,” kata Airlangga dalam keterangannya, Kamis (2/5).

Airlangga menjelaskan, sepanjang 2023, pere­konomian Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,05 persen. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, saat persiapan dan pelaksanan pemilu, ekonomi Indonesia te­tap tumbuh berkualitas, inflasi terjaga, dan nilai tukar rupiah dijaga dengan seimbang.

Baca Juga  Tumbangkan Jakarta Livin Mandiri, Tim Jakarta Electric Tatap Final Four PLN Mobile Proliga

Airlangga juga mengutarakan, kebijakan strategis Pemerintah Indonesia seperti hilirisasi komoditas nikel. Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian, serta menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ia menyebut, kebijakan hilirisasi nikel telah memperbaiki posisi neraca perdagangan Indonesia dan transaksi berjalan Indonesia secara signifikan, yang mencatat surplus sejak 2021. Selain itu, kebijakan ini juga memberikan dampak yang sangat positif terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Menjawab persoalan dan peluang di sektor perubahan iklim, maka investasi pada kendaraan listrik dan energi terbarukan menjadi semakin penting,” ujar Airlangga.

Ia mengatakan, peme­rintah mendorong p­e­ngem­bangan teknologi ini untuk mengurangi polusi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Baca Juga  PA Home: Solusi Kustomisasi Rumah di Indonesia dengan Kualitas Global

Hal ini didukung dengan berkah alamiah dimana Indonesia memiliki ca­dangan nikel (bahan utama baterai EV) terbesar di dunia. Posisi geografis yang strategis juga mendukung daya tarik Indonesia untuk menjadi basis produksi EV di Asia, selain Tiongkok.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga terus mendorong upaya transisi energi dalam rangka pencapaian National Determined Contribution (NDC). Ia me­nekankan, Indonesia ber­ko­mitmen meningkatkan target penurunan emisi dari 29 persen menjadi 31,89 persen tanpa syarat (tanpa bantuan internasional).

“Sementara untuk komitmen dengan melibatkan bantuan internasional, meningkat dari 41 persen pada NDC pertama menjadi 43,20 persen. Lebih luas, upaya transisi energi mem­buka peluang inves­tasi senilai USD 3,5 triliun bagi Indonesia,” pung­kas­nya.(jpc)