BERITA UTAMA

Terbongkar! Pencurian di Klinik Kecantikan Milik dr Richard Lee Ternyata Settingan, Polisi juga Difitnah Lakukan Kekerasan, Kasatreskrim: Tujuan Mereka untuk Promosi

0
×

Terbongkar! Pencurian di Klinik Kecantikan Milik dr Richard Lee Ternyata Settingan, Polisi juga Difitnah Lakukan Kekerasan, Kasatreskrim: Tujuan Mereka untuk Promosi

Sebarkan artikel ini
KLINIK—TKP pencurian settingan yang sempat membuat heboh warga Kota Padang.

PADANG, METRO–Aksi pencurian di Klinik Kecantikan Athena Padang yang merupakan milik dokter sekaligus influencer terkenal, dr  Richard Lee yang terekam CCTV hingga sempat viral di media sosial ternyata hanya setingan. Mirisnya, rekayasa aksi pencurian itu bertujuan untuk mempromosikan klinik kecantikan tersebut.

Viralnya aksi pencurian settingan itu setelah dr Richard Lee di akun instagramnya melakukan sa­yembara bagi siapa yang menemukan pelaku akan dihadiahi Rp 10 Juta. Padahal, terduga pelaku bernama Kendi di dalam video tidak lain merupakan kar­yawan di klinik kecantikan Athena Padang tersebut.

Namun, 10 menit usai video sayembara tersebut diunggah, Tim Klewang Satreskrim Polresta Pa­dang gerak cepat untuk menyelidiki kasus tersebut dengan mendatangi langsung TKP, dan mendapatkan kondisi klinik yang su­dah tutup.

Tidak sampai disitu, personel yang telah tiba di lokasi juga menelepon nomor telepon yang tertera di klinik tersebut. Setelah berhasil tersambung dengan General Manager Klinik Athena Padang menyebut bahwa pihaknya sudah berdamai dengan pelaku.

Dari pernyataan itu, menimbulkan kecurigaan terhadap personil, apalagi saat GM tersebut mengatakan berdamai usai video itu baru diupload hanya 10 menit. Kemudian Tim Klewang melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan Kendi dan terbongkarlah jika pencurian itu hanya rekayasa.

“Hasil interogasi terhadap Kendi, pelaku pencurian yang terekam CCTV sekaligus pegawai di klinik, pencurian ini hanya settingan untuk konten,” kata Kasat Reskrim Polresta Pa­dang, Kompol Dedy Adria­nsyah Putra, Rabu (1/5).

Kompol Dedy menegaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap Kendi, ia mengaku disuruh oleh dr Fifi yang bekerja bersama dr Richard Lee. Diduga, konten pencurian ini dilakukan untuk mempromosikan Klinik Athena Padang lantaran baru dibuka di Kota Padang.

“Klinik Athena Padang ini grand opening pada hari ini, Rabu (1/5). Sementara aksi pencurian, sebelum klinik beroperasi.  Kami interogasi akhirnya Kendi buka suara bahwa dia disuruh dr Fifi yang kerja dengan dr Richard Lee. Bisa jadi ini untuk upaya promosi. Karena akan mau laun­ching,” ungkapnya.

Polisi Difitnah Melakukan Kekerasan

Setelah kasus rekayasa ini terungkap, skenario baru kembali dilakukan jajaran Klinik Athena Pa­dang. Personel Satreskrim Polresta Padang yang melakukan pemeriksaan terhadap Kendi selanjutnya dituduh melakukan kekerasan terhadap Kendi.

Kompol Dedy membenarkan adanya tuduhan fitnag tersebut. Bahkan, pihak Klinik Athena Padang membuat hasil rontgen palsu agar seolah-olah terjadi kekerasan terhadap Kendi. Ia menegaskan ti­dak ada tindakan kekerasan yang dialami oleh Kendi.

“Laporan si Kendi ini ke dr Richard Lee bahwa dia dipukul kemudian tulang dada retak. Dokter Richard menyampaikan ke pak Kapolres. Saya pastikan anggota tidak ada melakukan hal itu. Karena anggota dari awal ke TKP, penangkapan dan pemeriksaan di Polres divideokan. Karyawan klinik ini ketawa-ketawa. Kami sudah humanis malah diperlakukan seperti itu,” imbuhnya.

Dikatakan Kompol De­dy, fitnah tersebut disebarkan di status WhatsApp oleh Kendi, bahwa telah terjadi pemukulan oleh anggota pada pemeriksaan dan korban mengalami tulang dadanya retak.

“Kemudian, kami membawa Kendi ke rumah sakit Semen Padang, ternyata hasil rontgen tersebut tidak ada tulang yang retak, dan dalam kondisi yang baik,” ujar Kompol Dedy.

Kompol Dedy meng­ungkapkan, pihaknya ma­sih melakukan pendalaman kasus apakah skenario yang dilakukan semuanya merupakan suruhan dr Richard Lee. Warga Kota Padang yang merasa tidak nyaman dengan berita bohong yang disebarkan pihak Klinik Athena Padang ini dapat membuat laporan.

“Nanti kasusnya mengarah ke undang-undang ITE. Elemen masyarakat dan netizen diinformasikan sudah mau melaporkan. Setelah itu, akan ada pemanggilan resmi yang terlibat, termasuk dr Richard Lee,” tutupnya. (brm)