METRO BISNIS

Penyaluran Gaji dan THR ASN Naik 42,8 Persen jadi Rp 70,7 Triliun

0
×

Penyaluran Gaji dan THR ASN Naik 42,8 Persen jadi Rp 70,7 Triliun

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, METRO–Menteri Keuangan (Men­keu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pe­nyaluran gaji dan tunja­ngan hari raya (THR) apa­ratur sipil negara (ASN) men­capai Rp 70,7 triliun per akhir Maret. Angka ini tumbuh signifikan 42,8 persen di­bandingkan realisasi ta­hun lalu sebesar Rp 49,5 triliun.

Secara rinci, realisasi belanja pegawai kementerian/lembaga (K/L) terdiri dari gaji dan tunjangan sebesar Rp 38,7 triliun; tunjangan kinerja (tukin), honorarium, lembur, dan lain-lain Rp 18,5 triliun; serta THR Rp 13,5 triliun.

Dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/4), Sri Mulyani menjelaskan terdapat dua faktor yang menyebabkan peningkatan tersebut. Pertama, yaitu kenaikan gaji ASN/TNI/Polri naik 8 per­sen dan pensiunan 12 persen. Hal itu tentunya berdampak pada pengeluaran belanja K/L tiap bulan.

Baca Juga  Imbas Kenaikan Harga BBM, Biaya Transportasi dan Logistik Terkerek

“Makanya kalau kita lihat belanja 2024 untuk pegawai dalam empat ta­hun terakhir,” ujarnya, dikutip dari Antara Minggu (28/4).

Faktor berikutnya yai­tu penyaluran THR pada Maret yang bertepatan dengan momen Idul Fitri. Sementara pada penya­luran THR tahun ini, pemerintah memutuskan untuk memberikan tukin secara penuh atau 100 persen, berbeda dari ta­hun lalu yang nilai tukin hanya di­berikan sebesar 50 persen.

“Ini yang menyebabkan Januari hingga Maret tahun ini kita sudah membelanjakan Rp 70,7 triliun, jauh lebih besar dari rata-rata empat tahun terakhir,” jelas Menkeu.

Baca Juga  Jelang Nataru, PLN UIP Sumbagteng Perkuat Kolaborasi Dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Untuk Dukung Proyek Ketenagalistrikan

Untuk diketahui, realisasi belanja pegawai K/L selama empat tahun terakhir secara berturut-turut yaitu Rp 48,8 triliun (2021), Rp 50,3 triliun (2022), Rp 49,5 triliun (2023), dan Rp 70,7 triliun (2024). Adapun rea­lisasi belanja pemerintah pusat pada triwulan I-2024 secara keseluruhan terdiri dari belanja K/L sebesar Rp 222,2 triliun serta belanja non-K/L Rp 205,4 triliun.

Realisasi belanja K/L setara dengan 20,4 persen dari pagu yang disalurkan untuk bantuan program sembako, penyaluran bansos, dan dukungan pelaksanaan pemilu. Sementara belanja non-K/L terealisasi sebesar 14,9 persen dari pagu, yang digunakan untuk realisasi subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.(*)