POLITIKA

Ketum PBNU: NU Tidak Akan Pernah Tak Bersama Prabowo-Gibran

0
×

Ketum PBNU: NU Tidak Akan Pernah Tak Bersama Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memberikan sambutannya pada acarahalal bihalal PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (28/4).

JAKARTA, METRO–Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengatakan pihaknya mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ke depan. PBNU dikatakan akan bersama de­ngan pemerintahan yang akan datang sampai jabatan yang diemban selesai.

“Sejak awal kita juga ingin sampaikan bahwa nanti ke depan, Nahdlatul Ulama tidak akan pernah tidak bersama-sama dengan pemerintahan presiden yang akan datang, Pak Prabowo Subianto dan Pak Gibran Rakabuming Raka,” kata Gus Yahya dalam sambutannya di acara Ha­lal­­b­ihalal PBNU, Kramat Ra­ya, Jakarta Pusat, Minggu (28/4).

Gus Yahya mengatakan berdasarkan perolehan suara dari berbagai lembaga survei, dikatakan hampir sebagai penduduk Indonesia mengklaim dirinya sebagai bagian dari NU. Ia menyinggung persentase dari lembaga survei seperti LSI Denny JA hingga Indikator Politik.

Baca Juga  Tingkatkan Partisipasi, Panwascam Mapattunggul Sosialisasikan Pengawasan Pemilu

“Tapi survei terakhir dari sejumlah lembaga, semuanya menunjukkan hasil yang konsisten bahwa masyarakat Indonesia yang merasa, yang meng­klaim dirinya sebagai bagian dari NU ini sudah lebih dari separuh penduduk Indonesia,” kata Gus Yahya.

“Yang paling pesimis itu dari Burhanuddin Muhtadi itu indikator ya, yang hasilnya cuma 51%, yang paling optimis itu Litbang Kompas 61%, yang moderat itu dari LSI-nya Denny JA yang hasilnya 56,9% dari penduduk Indonesia, besar sekali dan kenyataan ini kita sadari sejak beberapa tahun terakhir,” sambungnya.

Baca Juga  Temukan Bacaleg Bermasalah, Bawaslu Minta Warga Segera Lapor

Dengan demikian, kata­nya, tak ada alasan bagi PBNU untuk tidak mendu­kung pemerintahan Pra­bowo-Gibran. Menurutnya hal ini juga yang menjadi da­sar pihaknya untuk men­du­kung pemerintahan Pre­siden Joko Widodo (Jo­kowi).

“Itu sebabnya pengurus besar Nahdlatul Ulama membuat kesimpulan bahwa tidak ada peran yang lebih tepat bagi kepengurusan NU, selain membantu pemerintah untuk memastikan bahwa agenda-agenda pemerintah yang dimaksudkan untuk kemaslahatan rakyat banyak benar-benar sampai kepada rakyat,” ucap Yahya.

“Ini adalah landasan pemikiran kenapa sejak awal kami mengatakan NU bersama Presiden Joko Widodo sampai akhir,” pungkasnya. (*/rom)