BERITA UTAMA

Temui Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR, Andre Rosiade: Pengumuman Lelang Fly Over Sitinjau Lauik 22 April 2024

0
×

Temui Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR, Andre Rosiade: Pengumuman Lelang Fly Over Sitinjau Lauik 22 April 2024

Sebarkan artikel ini
BERTEMU—Anggota DPR RI asal Sumbar, H Andre Rosiade menemui Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kemen PUPR Herry Trisaputra Zuna.

JAKARTA, METRO–Anggota DPR RI asal Sumatra Barat (Sumbar) H Andre Rosiade tak pernah lelah memperjuangkan pem­bangunan di kampung halamannya. Jumat (19/4), kader Partai Gerindra itu menemui Direktur Jende­ral (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Her­ry Trisaputra Zuna, terkait pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik.

Tak sia-sia pertemuan Andre Rosiade dengan Dirjen yang akrab disapa Herry TZ tersebut. Andre mendapatkan kabar baik terkait rencana pengumu­man lelang pembangunan tahap awal fly over yang sangat dinanti masyarakat Sumbar itu. “Kami sengaja datang ke Kementerian PUPR tepatnya di Kantor Dirjen Pembiayaan In­frastruktur. Alhamdulillah hari ini langsung bertemu dengan pak Herry TZ, yang bertanggung jawab ter­hadap pembangunan ini,” kata Andre.

Andre memberikan in­for­masi kepada masya­rakat Sumbar bahwa availability payment (AP) atau pembayaran ketersediaan layanan dan KSPI (Kerja sama Penyediaan Infras­truktur) dari Kementerian Keuangan sudah diter­bitkan.

“Insya Allah Senin 22 April 2024 besok, berte­patan dengan keputusan Mahka­mah Konstitusi (MK) soal gugatan hasil Pilpres, juga akan diumumkan ren­cana lelang pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik oleh Ke­menterian PUPR,” kata An­dre yang getol memper­juang­­kan fly over ini pas­causulan Pemprov Sum­bar ditolak oleh Pemerintah Pusat.

Andre Rosiade menye­but, direncanakan dari pe­ngumuman lelang sampai pengumuman pemenang dibutuhkan waktu sekitar empat bulan. Dijadwalkan awal September 2024 su­dah ada pengumuman pe­menang tender. “Mudah-mudahan Oktober, selam­bat-lambatnya November 2024 sudah ground breaking atau peletakan batu per­tama. Semoga dengan pem­bangunan fly over bisa menghilangkan macet dan warga terhindar dari jalur yang membahayakan pe­ngen­dara,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar.

Andre menyebutkan, dengan informasi terbaru dari Kementerian PUPR itu, artinya perjuangan mem­bangun fly over sudah mendekati hasil yang mak­simal. “Alhamdulillah per­jua­ngan kita selama ini sudah dibantu Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, dan juga Kemen­terian Keuangan dan tentu Kementerian BUMN mela­lui Hutama Karya. BUMN Karya kita yang mau men­jadi pemrakarsa proyek ini. Terima kasih pak Presiden Jokowi, pak Menteri, bu Mentei dan pak Dirjen,” kata Andre.

Sementara Dirjen Her­ry TZ juga merasa senang dengan progres pemba­ngu­nan Fly Over Sitinjau Lauik. “Alhamdulillah pro­sesnya berjalan baik. Mu­dah-mudahan lelangnya segera diumumkan Senin besok. Sehingga bisa men­jadi solusi bagi masyarakat Sumbar yang saat ini ter­kendala macet dan benca­na  alam di jalur Sitinjau Lauik yang menghubung­kan Kota Padang dengan Kabupaten Solok dan teru­sannya,” kata Herry.

Herry juga menyebut, wakil rakyat dari Sumbar Andre Rosiade begitu gigih dan getol memperjuang­kan pembangunan ini lin­tas Kementerian dan BUMN. “Kita semua akan bekerja maksimal untuk menyelesaikan pemba­ngunan ini. Mohon doa dan dukugan dari masyarakat Sumbar semua,” katanya.

Diketahui rencana Fly Over Sitinjau ini awalnya diajukan Pemprov Sumbar dan mendapat penolakan dari pusat. Karena angga­ran yang super besar dan negara masih terdampak pandemi Covid-19. Selan­jutnya Anggota DPR RI mengajukan kembali de­ngan sistem yang dapat menjadi solusi pembia­yaan. Andre bertemu de­ngan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Erick Thohir. Kedu­anya bahkan langsung di­bawa meninjau lokasi.

Selanjutnya didapatkan solusi yang baik. Kemen­terian PUPR melakukan pembangunan proyek pem­bangunan Flyover Si­tinjau Lauik menggunakan skema Kerjasama Peme­rin­tah dengan Badan Usa­ha (KPBU). Melalui skema KPBU, urgensi penyediaan layanan infrastruktur da­pat diselenggarakan tanpa sepenuhnya tergantung dari ketersediaan angga­ran Pemerintah.

Selain itu, pemerintah dapat memberikan ber­bagai fasilitas dan kemu­dahan yang diharapkan dapat mempercepat pem­bangunan infrastruktur di Indonesia, diantaranya melalui pembiayaan seba­gian konstruksi, dukungan kelayakan, serta jaminan pemerintah pada proyek KPBU.

Proyek KPBU Flyover Sitinjau Lauik merupakan proyek atas prakarsa ba­dan usaha (unsolicited) yang mempunyai nilai in­vestasi sebesar Rp2,824 tri­liun dengan panjang jalan 2,78 km dan masa konsesi selama 12,5 tahun. (*)