PADANG, METRO–PT. Hayati Pratama Mandiri (HPM) selaku main dealer sepeda motor Honda Sumatera Barat (Sumbar) resmi memperkenalkan motor listrik pertama milik Honda, EM1 e dan EM1 e Plus, kepada masyarakat luas terkhusus kepada pecinta sepeda motor Honda Sumbar, Sabtu (20/4).
Perkenalan motor EM1 E ini dilakukan di Transmart Padang dengan menggelar sejumlah kegiatan diantaranya, press gathering, riding test Honda EM1 e, live music, serta talk show, hingga fun games yang bisa diikuti oleh seluruh pengunjung Transmart.
Peluncuran ini mengawali kemunculan motor listrik dari pabrikan Jepang tersebut di Sumatera Barat.
Unit Sales & Distribution Sales Hayati Pratama Mandiri, Doni Hendra mengatakan, kemunculan motor ini merupakan sebuah terobosan dari Honda sendiri.
Sebab pembuatan EM1 e dan EM1 e Plus berangkat dari riset yang dilakukan Honda terkait perilaku konsumen terhadap motor listrik sejak beberapa tahun yang lalu.
“Jadilah ini sebagai produk yang berdaya tahan, dan mampu menjawab kebutuhan konsumen di tengah ramainya ekosistem motor listrik di Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan, motor listrik ini memiliki kapasitas tenaga 1.7 KW electric motor. Dengan kekuatan tersebut, EM1 e dan EM1 e Plus bisa melaju sejauh 41,1 kilometer dalam keadaan baterai terisi penuh.
“Selain itu, daya yang dimiliki membuat motor ini punya daya tahan yang lebih kuat dari merek lain. Seperti contohnya, baterai motor tidak akan goyang, hingga aman melintasi genangan setinggi maksimal 30 centimeter,” jelasnya.
Ketahanan tersebut membuat dua tipe produk baru tersebut cocok dengan karakter alam di Sumbar, yang belakangan kerap dilanda cuaca buruk dan bencana hidrologi.
“Khusus di Sumbar, motor ini sudah dicoba ketahanannya untuk melintasi genangan air dengan ketinggian 30 cm, dan hasilnya motor masih aman,” beber Doni.
Dengan teknologi yang sudah rigit ini, Technical Service Manager Hayati, Febriyestion menyebut, konsumen tidak akan mengalami konsleting pada motor.
“Jika terjadi konsleting, maka baterai bertegangan rendah memutus arus ke sistem sumber listrik yang bertegangan tinggi secara otomatis. Sehingga arusnya terputus,” ujar Febri.
Khusus di Sumbar, motor ini dibanderol dengan harga Rp40.425.000 untuk EM1 e. Sedangkan tipe Plusnya dibanderol dengan harga Rp40.925.000.
Harga penjualan motor tersebut belum termasuk charger dan potongan subsidi dari pemerintah. Khusus untuk chargernya konsumen harus merogoh kocek Rp5.900.000.
“Kendati begitu pemerintah mensubsidi Rp7 juta per satu NIK. Ada tambahan dari dealer Rp1,5 juta. Jadi total diskon Rp8,5 juta “ beber Doni.
“Dengan harga segitu, sangat sesuai dengan apa yang didapatkan oleh pengendara nanti ketika sudah memikiki EM1 e dan EM1 e Plus,” tukas Doni. (rom)






