BERITA UTAMA

Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Malalak, 1 Tewas di Tempat, 47 Penumpang Luka-luka

0
×

Bus ALS Terbalik di Jalur One Way Malalak, 1 Tewas di Tempat, 47 Penumpang Luka-luka

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Para penumpang yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan Bus ALS di jalur one way via Malalak dievakuasi ke rumah sakit.

AGAM, METRO–Satu unit bus Antar Lintas Sumatra (ALS) rute perjalanan Medan-Jakarta mengalami kecela­kaan tunggal hingga terguling di jalur one way Bukittinggi-Padang via Malalak, tepatnya di Jorong Nyiur, Nagari Malalak Selatan, Kecama­tan Malalak, Kabupaten Agam, Senin (15/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibat insiden nahas itu, satu orang penumpang dilaporkan tewas di lokasi dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan kategori berat hingga ringan. Para penumpang yang menjadi korban kecelakaan itupun langsung dievakuasi ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sementara, dari video yang beredar di media sosial, terlihat bus ALS terlihat rebah dengan posisi melintang di sebagian ba­dan jalan. Sejumlah orang yang terlihat duduk di pinggir jalan yang diduga sebagai penumpang bus. War­ga beserta pengendara yang melintas berusaha memberikan pertolongan kepada penumpang yang terjebak di dalam bus.

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Terlihat satu per satu penumpang yang terluka di dalam bus berhasil dieva­kuasi. Bahkan satu orang yang dievakuasi menggunakan pikap dalam kondisi yang sangat memprihatikan dan tak lagi sadarkan diri. Kepala korban berlumuran darah dengan tangan patah terkulai.

Camat Malalak, Zulwardi mengatakan, kecelakaan tragis ini dialami bus ALS yang melakukan perjalanan dari Medan menuju Jakarta pada pukul 15.00 WIB. Insiden tersebut me­nyebabkan sejumlah korban mengalami luka serius maupun ringan, dengan satu orang meninggal dunia di tempat.

“Peristiwa ini terjadi ketika bus tersebut terguling di sisi jalan daerah Karak Pipia Jorong Nyiur Nagari Malalak Selatan. Petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah penumpang yang ada di bus tersebut,” kata Zulwardi ketika dikonfirmasi waretawan.

Menurut Zulwardi, para korban segera dilarikan ke be­berapa rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Pa­dang­pariaman, Achmad Moch­tar Bukittinggi, dan Puskesmas Malalak. Pertolongan darurat juga dibe­rikan oleh beberapa armada ambulans dari Puskesmas Malalak, Puskesmas IV Koto, dan Puskesmas Kapau.

“Evakuasi korban dilakukan oleh Ditlantas Polda Sumbar dengan bantuan dari Dinas Perhubungan Agam dan masyarakat sekitar. Semua korban sudah berhasil dievakuasi ke rumah sakit dan puskesmas,” sebutnya.

Terkait tumpahan Solar dan oli, menurut Zulwardi, sejumlah personel Damkar Agam Pos Sungai Tanang turut membersihkan tumpahan solar dan oli di lokasi kejadian. Pembersihan dilakukan agar tidak membahayakan untuk dilalui kendaraan.

“Kondisi jalan mengalami kemacetan karena tumpukan kendaraan selama proses evakuasi, yang juga dipengaruhi oleh cuaca hujan deras dan kabut.  Lokasi kejadian ini diketahui sebagai daerah rawan gangguan sinyal komunikasi (blanskpot) karena terletak di daerah perbukitan yang menjadi jalur alternatif antara Bukittinggi dan Padang,” jelasnya.

Sementara, Kasi Humas Polresta Bukittinggi, Iptu Agus, bus dengan nomor polisi BK 7371 UD dikemudikan oleh Kevin Harahap. Kecelakaan terjadi saat bus melaju dengan kecepatan tinggi di jalur one way via Malalak di tikungan tajam ke arah kiri.

“Sopir membanting stir ke kiri sehingga membuat keseimbangan mobil bus hilang dan bus merebah ke kanan. Terkait penyebab kecelakaan masih dilakukan penyelidikan oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Bukittinggi,” jelas Agus.

Agus mengatakan, para korban penumpang bus ALS yang mengalami kecelakaan itu dilarikan ke Puskesmas Malalak sebanyak sembilan orang luka ringan, di  RSAM Bukittinggi delapan orang luka berat, dan RSUD Padangpariaman 31 orang.

“Di RSUD Padangpariaman, satu orang orang meninggal dunia, lima luka berat, dan 25 luka ringan. Sedangkan anak-anak yang menjadi korban ke­celakaan bus sebanyak tiga orang,” kata dia.

Kapolres Padangpariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, mengkonfirmasi bah­wa korban meninggal masih berada di RSUD Pa­dangpariaman. Korban meninggal diketahui bernama Wilter Marbun berusia 63 tahun, dari Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

“Kecelakaan itu juga menyebabkan luka-luka pada banyak penumpang lainnya. 31 penumpang sedang menjalani perawatan di RSUD Padangpariaman, di mana lima di antaranya mengalami luka berat dan 25 lainnya mengalami luka ringan, termasuk tiga anak-anak,” jelas AKBP Faisol.

Terpisah, Wakil Direktur RSAM Bidang Pelayanan, Vera Maya Sari membenarkan sebanyak delapan orang korban dirawat di RSAM. Menurut Vera, sejum­lah korban mengalami luka ringan dan beberapa korban mengalami luka berat.

“Beberapa korban hanya luka ringan, dan beberapa luka berat. Yang luka berat ini seperti patah tulang. Selain itu, korban lain yang saat ini masih dirawat di Puskesmas dekat TKP juga akan dirujuk ke RSAM. Kabarnya masih ada lima korban lagi yang ada di Puskesmas, rencananya akan dibawa juga ke sini, saat ini kita sedang menunggu,” pungkasnya. (pry)