BERITA UTAMA

Jadilah Pemenang Ramadhan

1
×

Jadilah Pemenang Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Oleh : KH Ahmad Satori Ismail

Tinggal bebe­rapa hari lagi, bulan suci Ramadhan 1445 H akan berlalu. Tun­tas sudah umat Islam di seluruh muka Bumi menunaikan iba­dah puasa se­bu­lan penuh. Maka, ti­balah saatnya me­raih kemenangan. Na­mun, kemenangan seperti apa? Sia­pa­kah yang berhak di­sebut pemenang Ra­madhan?

Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) KH Ahmad Satori Ismail menjelaskan, ada beragam kemenangan yang bisa diraih seorang Muslim setelah melewati ibadah shaum (puasa) Ramadhan ini. “Ke­tika seorang Muslim berpuasa dengan benar, benar-benar menghayati, maka orang ini men­da­patkan kemenangan,” kata Kiai Satori.

Kemenangan yang dimaksud adalah ia berhasil melawan syahwat dan hal-hal negatif yang dapat me­nimbulkan keburukan bagi diri sendiri. Kedua, lanjut Kiai Satori, bulan Rama­dhan memiliki keistimewaan dan kerap disebut sebagai bulannya Alquran. Ketika seorang Muslim merutinkan diri membaca Alquran selama Rama­dhan, bahkan mampu kha­tam Alquran, maka hal ini pun disebut kemenangan.

Baca Juga  Coba Kabur, Pengedar Sabu Terjun ke Sungai, Sesak Nafas hingga Nyaris Tewas di Kota Padang

Ulama yang juga guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini menyebutkan, selama Ramadhan ada beragam ibadah yang bisa dilakukan, di antaranya shalat Tarawih dan Wi­tir. Mereka yang rajin dan khusyuk menunaikan shalat malam ini dari awal hingga akhir Ramadhan maka ini pun merupakan prestasi.

Kiai Satori menegaskan, seorang Muslim yang disebut meraih kemenangan Ramadhan adalah me­reka yang diampuni dosanya dan diterima pahala amal ibadahnya. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “Ba­rang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni baginya dosa-dosa masa lalu.”

Tak hanya itu, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim juga disebutkan, orang yang mengerjakan shalat Tarawih maka dosa-do­sanya yang telah lalu akan diampuni. Menurut Kiai Satori, seseorang yang berpuasa dengan benar, maka dia akan menjadi takwa dan kembali ke fitrah. Artinya, ia bersih dan terbebas dari segala dosa. “Ini adalah kemenangan bagi suatu umat di dunia,” ujar dia.

Baca Juga  Pria Pengangguran Kepergok Bobol Warung Lontong, Tabung Gas Elpiji Diembat

Meski demikian, Kiai Satori juga mengingatkan, ada kemenangan sesungguhnya yang harus dijaga seorang Muslim. Keme­nangan ini bisa didapat mereka yang mampu menjaga dan konsisten dengan ibadahnya, bahkan setelah selesai Ramadhan.

Ia menekankan, kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan selama Rama­dhan hendaknya bisa diteruskan dan dipertahankan hingga bulan-bulan be­rikutnya. Untuk menjaga hal ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah me­minta kepada Allah SWT dan menjaga niat.

Kemudian, sebagaimana termaktub dalam salah satu ayat pada surah al-Asr yakni, “Watawa saubil haqqi wa tawaa saubis sabr.” Artinya, ia mengatakan, usaha untuk mempertahankan ibadah ini memerlukan kawan-kawan yang saling mengingatkan. (*)