METRO SUMBAR

Jelang Lebaran, Pengunjung Pasar Pusat Membeludak di Malam Hari

0
×

Jelang Lebaran, Pengunjung Pasar Pusat Membeludak di Malam Hari

Sebarkan artikel ini
RAMAI— Pasar Pusat Padang Panjang ramai dikunjungi pembeli dari berbagai kalangan, tua, muda bahkan anak-anak. Mereka berbelanja pakaian dan sepatu untuk Lebaran.

PDG. PANJANG, METRO–Malam ke-21 Rama­dhan, Pasar Pusat Padang Panjang ramai dikunjungi pembeli dari berbagai kalangan, tua, muda bahkan anak-anak. Mereka berbelanja pakaian dan sepatu untuk Lebaran. Pantauan di lokasi pada Minggu (31/3) malam, Pasar Pusat ramai oleh pedagang dadakan yang berjualan di pe­lataran luar gedung pasar. Warga membludak mencari kebutuhan Lebaran mereka.

“Alhamdulillah mulai malam ini sudah banyak pembeli datang dan belanja untuk baju Lebaran me­reka. Padahal kami di sini sudah buka sejak minggu kedua Ramadan, namun baru malam hari ini ba­nyak berdatangan masya­rakat,” kata salah seorang pedagang baju anak-anak, Raka.

Ia menyampaikan, di pelataran luar gedung pa­sar ia dibolehkan jualan sejak pukul 19.00 WIB dan tutup pukul 00.00 WIB.

Sama halnya dengan Ardi, ia juga merasa bahwa pada malam ini memang lebih banyak masya­rakat yang keluar rumah untuk belanja maupun se­kadar melihat-lihat daga­ngan mereka.

“Dari awal saya buka, memang baru malam ini banyak masyarakat datang. Pasar sudah mulai terasa sempit karena banyaknya yang datang. Kami berharap ini bertahan sam­pai malam Takbiran nanti dan dagangan kami laku dan habis terjual hen­daknya,” kata Ardi.

Baca Juga  Fokus Tekan Stunting di Mentawai, Gubernur Mahyeldi: Kesehatan Anak Investasi Bangsa

Berbeda dari Raka dan Ardi, Son yang berdagang baju anak-anak di dalam Pasar Pusat, mengaku jual belinya mulai ramai saat ia jualan pada pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB. Katanya, banyak juga pembeli dari luar Padang Panjang yang membeli dagangannya.

“Alhamdulillah Rama­dhan tahun ini omzet saya meningkat dari Ramadan sebelumnya. Banyak ma­sya­rakat luar datang ke Padang Panjang belanja kemari,” kata Son.

Disampaikan Son, selain ia jualan di pasar, dagangannya juga laku saat ia iklankan di media sosial. Banyak pesanan datang dari luar Padang Panjang seperti Papua, NTT dan lainnya. Mereka juga bisa memesan Cash On Deli­very atau (COD) atau langsung bayar.

Sementara itu karya­wan toko sepatu Nadia dan Nita, merasakan kondisi jauh berbeda pada saat Ramadan ini. Karena jual beli yang didapat lebih meningkat dari hari biasa bahkan dibandingkan Le­baran tahun lalu.

Baca Juga  IBI Agam Berkurban 3 Ekor Sapi

“Kami sejak pagi hingga malam ini tidak berhenti-henti didatangi pelanggan. Banyak yang membeli sepatu di toko kami. Semoga ini bertahan sampai seterusnya. Bahkan dimalam takbiran kami tetap kerja,” sampai mereka.

Sementara itu salah seorang pembeli, Fadel Muhammad menyebutkan, bukanya pasar di ma­lam hari sangat menguntungkan pembeli. Karena banyak masyarakat yang malas keluar disiang hari dan mereka hanya keluar dimalam hari.

“Dengan adanya pasar yang buka dimalam hari tentu akan banyak masya­rakat yang datang. Karena sering terjadi apalagi kaum remaja mereka pada ma­las jalan-jalan disiang hari sebab mereka puasa,” ulasnya.

Selain itu pasar malam ini juga sangat menguntungkan bagi dirinya dan kawan-kawannya. Lantaran dari segi harga juga berbeda. Banyak yang murah dan barangnya berkua­litas.  “Ayo masyarakat Padang Panjang mari kita ramaikan Pasar Pusat kita ini,” ajaknya. (rmd)