METRO SUMBAR

Melirik Terminal Jati Pariaman, Sekda Lakukan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

0
×

Melirik Terminal Jati Pariaman, Sekda Lakukan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Sebarkan artikel ini
RAMPCHECK— Sekretaris Daerah Kota Pariaman Yota Balad, menyaksikan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Rampcheck) Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), sekaligus pemasangan stiker laik jalan terhadap kendaraan penumpang yang memenuhi syarat teknis di Terminal Tipe A Jati Pariaman.

Laporan: Efanurza Kota Pariaman

Melirik perkemba­ngan Terminal Jati yang berada di Kota Pariaman masih belum ada perubahan, makanya, Pemko Pa­riaman melalui Balai Pe­ngelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar lagi mengusulkan revitalisasi Terminal Tipe A Jati kepada Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna bus.

Kondisi demikian dilakukan agar keberadaan Terminal Jati Pariaman layak untuk para peguna angkutan umum. “Kita melakukan hal demikian penting agar terminal ter­sebut nyaman,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman, Afwandi, kemarin.

Dia mengatakan revitalisasi tersebut dilakukan karena melihat kondisi terminal yang masih keku­rangan dari segi sarana dan prasarana sehingga membuat masyarakat terlihat masih enggan datang ke sana untuk naik bus. Oleh karena itu dengan revitalisasi tersebut da­pat mempercantik wajah terminal itu sehingga ma­syarakat lebih tertarik datang ke terminal ketika menggunakan transportasi darat dari pada me­nunggu di tepi jalan.

Hal itu, lanjutnya da­pat meningkatkan perekonomian pedagang yang berjualan di pasar serta di terminal tersebut.

Dia juga mengatakan jalur pengusulan revita­lisasi tersebut yaitu Pemko Pariaman yang me­ngusulkan ke BPTD, lalu balai tersebut yang menyampaikan ke Kemenhub. “Desainnya dari BPTD Wilayah III Sumbar, karena terminal di Pariaman tipe A sehingga kewena­ngannya Kemenhub. Jadi Pemkot hanya bisa mendorong untuk direvita­lisasi karena semenjak pemindahan kewena­ngan dari Pemkot belum dilakukan revitalisasi,” ujarnya.

Baca Juga  Sidang Tipikor Dana eks PNPM, Lima Terdakwa Dijatuhi Hukuman

Ia memperkirakan da­na yang dibutuhkan untuk revitalisasi pasar tersebut bisa Rp15 miliar sampai dengan Rp30 miliar. “Namun berapa besar pasti­nya tergantung dari desain yang dibuat BPTD,” ujar dia. Ia mengatakan dengan direvitalisasi terminal tersebut maka da­pat mendukung rencana Pemko Pariaman untuk mengaktifkan kembali pa­sar produksi yang berada dekat dengan lokasi. De­ngan revitalisasi tersebut maka akan berdampak pada sektor industri dan pariwisata Kota Pariaman sehingga berdampak pada peningkatan eko­nomi masyarakat. “Kami mengharapkan kementerian dapat merevitalisasi terminal tersebut melalui dana perubahan tahun ini,” tambahnya.

Kemarin menyambut lebaran tahn 2024, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Yota Balad, menyaksikan Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Rampcheck) Angkutan Kota Dalam Pro­vinsi (AKDP) dan Ang­kutan Kota Antar Provinsi (AKAP), sekaligus pema­sangan stiker laik jalan terhadap kendaraan penumpang yang memenuhi sya­rat teknis di  Terminal Tipe A Jati Pariaman.

Rampcheck tersebut dilakukan bersama de­ngan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat, M.Majid, Jasa Raharja dan Dishub Kota Pariaman terhadap kendaraan AKAP dan AKDP.

Baca Juga  Hendrajoni dan Risnaldi Ibrahim Dapat Restu dari Koto XI Tarusan, Siap Maju di Pilkada 2024

Yota Balad sebutkan bahwa pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan bus tersebut layak atau tidak untuk dijadikan transportasi AKAP dan AKDP.

“Dari segi pelayanan saya ingin Dishub Kota Pariaman bisa bekerjasama dengan BPTD untuk betul-betul meningkatkan pelayanan dari segi ang­kutan yang datang dari Jakarta atau daerah lain yang masuknya malam hari, sehingga perlu ada­nya penjagaan dan kea­manan sekitarnya,” ujar­nya.

Yota Balad juga menambahkan bahwa untuk potensi mudik sekarang dibandingkan tahun lalu ada peningkatan, karena saat ini sudah banyak pe­ngusaha-pengusaha dari Sumatera Barat maupun luar Sumatera Barat yang mempunyai mobil angkutan lumayan bagus dari segi pelayanannya sehingga menarik minat perantau untuk mudik pulang kampung dalam keadaan aman dan nyaman.

“Untuk terminal Jati ini kita akan terus melakukan pembenahan untuk ke­nyamanan penumpang yang datang atau akan berangkat ke luar daerah, seperti fasilitas ruang tunggu yang belum ada AC nya kedepannya bisa diberi AC, mushalla dan fasilitas lainnya juga harus selalu dibersihkan agar kenyamanan terminal ini bisa berkesan bagi mereka,” terang Yota Balad.(***)