PADANG, METRO–Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno didampingi Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka secara resmi event Sumarak Ramadhan 1445 Hijriah di Kompleks Masjid Raya Sumbar, Sabtu (23/3).
Pembukaan Sumarak Ramadhan ditandai dengan pemukulan gandang tasa oleh Sandiaga Uno bersama Mahyeldi Ansharullah. Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda, Kepala OJK Sumbar, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar dan Forkopimda Sumbar, Kepala OPD lingkup Pemprov Sumbar, bupati dan wali kota serta perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Kota.
Sandiaga Uno mengatakan, bulan suci Ramadhan tidak hanya membawa rahmat, tetapi tapi berkah bagi pelaku UMKM di Sumbar. Aktifitas ekonomi UMKM di Sumbar menggeliat, karena ibadah yang yang dilakukan bersinggungan dengan produk UMKM. Tidak hanya itu, selama Ramadhan, atraksi budaya juga meningkat.
Sandiaga Uno juga mengungkapkan, update terakhir pariwisata halal, pada tahun 2023 lalu Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama destinasi halal terbaik dunia versi global Indonesia Muslim Travel Indeks (IMTI). Khusus di Sumbar, salah satu destinasi wisata halal yang menjadi daya tarik adalah Masjid Raya Sumbar.
Kawasan Masjid Raya Sumbar ikut menopang pariwisata Sumbar dengan menjadikan masjid ini salah satu kawasan wisata religi. Di mana di masjid ini ada pojok literasi dan edukasi. Apalagi dengan hadirnya Sumarak Ramadhan tahun ini. Pengunjung yang datang ke masjid ini dapat menikmati cerita kisah nabi, mini forum, tutorial, workshop, dan sesi sharing yang mengedukasi serta menginspirasi. Khusus untuk anak-anak, tersedia pula program edukasi.
Sandiaga Uno mengatakan, dari hasil penelitian dan survey yang dilakukan, 63 persen daya tarik utama wisatawan datang ke Sumbar karena kulinernya. “Ini (kuliner) yang harus diperkuat dengan langkah masuk dalam ekosistem pariwisata,” terangnya.
Sandiaga Uno juga mengapresiasi kunjungan wisatawan ke Sumbar yang melebihi target 2023 mencapai 11.243.840 wisatawan. Sandiaga Uno berharap, tahun 2024 ini, Sumbar bisa menarik kunjungan 25 juta wisatawan ke daerah ini. Hal ini untuk mendukung target pemerintah mendatangkan 1,25 hingga 1,5 miliar kunjungan wisatawan dan penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru.
Sementara, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengucapkan terima kasih seluruh pihak yang berkontribusi atas terlaksananya Sumarak Ramadhan di Masjid Raya Sumbar. Mahyeldi mengungkapkan, pemilihan Masjid Raya Sumbar sebagai lokasi digelarnya Sumarak Ramadhan ini, karena arsitektur masjid ini masuk tujuh terbaik di dunia dan meraih penghargaan Abdullatif Al Fozan.
Hal ini juga menguatkan Masjid Raya Sumbar sebagai pusat Halal Lifestyle dan implementasi Adat Basandi Sara’, Sara’ Basandi Kitabullah (ABS SBK). Mahyeldi mengungkapkan, Masjid Raya Sumbar sebagai pusat Halal Lifestyle akan menjadi yang pertama di Indonesia dan akan menjadi contoh bagi daerah dan negara lain untuk pengembangan nilai-nilai syariah.
Masjid ini akan menjadi pusat berbagai event, baik itu Sumarak Ramadhan, Festival Muharam dan lainnya. Melalui Halal Lifestyle juga dihadirkan perbankan syariah, zona khas aman sehat, pojok literasi dan edukasi, wisata halal, dan spot pernikahan.
“Dengan menjadikan Masjid Raya Sumbar sebagai pusat Halal Lifestyle, kita bahkan didatangi Atase Agama Negara Arab Saudi. Mereka menawarkan event kebudayaan Timur Tengah ikut hadir pada Halal Lifestyle. Kita juga bakal hadirkan keluarga besar Khatib Al Minangkabauwi yang pernah menjadi imam besar di Mekkah. “Kita sudah kirim utusan untuk komunikasi dengan keluarga Syekh Ahmad Khathib Al Minangkabawi. Ada 50 keluarga beliau yang akan hadir nanti,” ungkapnya.
Khusus event Sumarak Ramadhan ini, Mahyeldi menyebutkan, penyelenggaraannya tidak sekadar event biasa, tetapi juga bagian integral dari program Visit Beautiful West Sumatera 2024 yang bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar.
“Pada tahun 2023, Pemprov Sumbar menetapkan target sebanyak 8,2 juta kunjungan wisatawan. Alhamdulillah, dengan dukungan penuh dari masyarakat dan berbagai event yang kita selenggarakan, hingga akhir Desember 2023, tercatat 11.243.840 wisatawan yang datang, terdiri dari 11.178.143 wisatawan domestik, dan 65.697 wisatawan mancanegara,” ujar Mahyeldi.
Oleh sebab itu, Mahyeldi menyebutkan, tahun 2024 Pemprov Sumbar telah menetapkan target 13,5 juta kunjungan wisatawan. Selain itu, sebagai provinsi yang berlandaskan pada falsafah ABS-SBK, Sumbar berkomitmen mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Melalui event Sumarak Ramadhan ini, kami berharap dapat menunjukkan nilai-nilai keislaman yang membangun semangat gotong royong dan persatuan dalam berbagai kegiatan. Dengan kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, stakeholders, dan masyarakat, kami yakin event ini sangat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi pelaku usaha UMKM dan ekonomi kreatif,” tutup Mahyeldi.
Diketahui, Sumarak Ramadhan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman beribadah, dan berinteraksi sosial di bulan suci Ramadhan. Pengunjung dapat menjelajahi beragam produk fast-moving consumer goods dan produk bermain anak. Tidak hanya itu, tersedia pula ruang bermain anak. Selain itu, terdapat layanan keuangan seperti tempat penukaran uang dan pembayaran melalui QRIS untuk kemudahan transaksi.
Dalam kegiatan juga digelar beragam konten menarik di antaranya lomba Tahfiz Quran, lomba qasidah, lomba dai cilik, dan lomba nasyid yang diadakan dengan berbagai kategori umur.
Sumarak Ramadhan juga menampilkan Pasar Pabukoan dan Bazar dengan berbagai produk unik dan menarik. Ini menjadi kesempatan bagi pengunjung memperoleh oleh-oleh khas Sumbar. (fan/adv)






