BERITA UTAMA

Ciri-ciri Orang yang Merugi di Bulan Ramadhan

0
×

Ciri-ciri Orang yang Merugi di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Ustadz Abdul Somad

ADA amalan yang hendaknya di­kerjakan di bulan suci Ramadhan. Se­baliknya, pasti ada pula orang-orang yang mengang­g­gap bulan Rama­dhan biasa-biasa saja, dan sungguh betapa meruginya orang yang sema­cam ini. Bagi me­reka yang mening­galkan atau tidak pernah mengambil amal merupakan orang yang merugi.

Hal itu sebagai­mana dijelaskan oleh ulama Ustaz Abdul Somad dalam sebuah ceramahnya. Sapaan UAS tersebut menjelaskan mengenai golongan orang yang merugi sebagaimana dalam video di kanal YouTube Lentera Qolbu.

“Orang yang paling rugi adalah orang yang pernah masuk ke dalam di bulan Ramadhan. Hidup di bulan Ramadhan melalui bulan Ramadhan tapi tidak pernah mengambil amal,” jelas Ustaz Abdul Somad.

Orang yang menganggap biasa bulan Rama­dhan, tak ada yang berbeda seperti bulan-bulan lainnya, hingga ramadhan berlalu, tentu sebuah kerugian yang besar. Orang yang menahan perut dari makan dan minum saja.

Ia tidak merasa bersalah dan berdosa ketika melakukan kemungkaran, menggunjing, menyebar fitnah, menghina, sebuah perilaku yang biasa dilakukan di luar Ramadhan.

Akhirnya, saat Rama­dhan tiba, kebiasaan buruk itu tak juga berubah, sehingga ramadhan tak membawa pengaruh bagi kehidupannya sehari-hari.

Tetap melakukan maksiat di bulan Ramadhan Padahal selama bulan Ramadhan terdapat banyak amal yang jika dikerjakan akan menyebabkan ampunan Allah SWT.

Tak hanya menyebutkan orang yang paling rugi pada bulan Ramadhan, dia juga menyebutkan sebuah amal yang bagus untuk dikerjakan pada bulan tersebut.

Baca Juga  Kendarai Avanza, Dua Sekawan Kedapatan Bawa 15 Kg Ganja, Dijemput ke Panyabungan untuk Diedarkan di Sumbar

“Amal yang paling bagus membaca Alquran,” ucap Ustaz Abdul Somad.

“Bacalah Al Quran, ka­rena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim).

Namun sayangnya, ham­pir kebanyakan orang lupa dengan itu. Maka dari itu, Ustaz Abdul Somad pun menyarankan untuk membaca Alquran.

“Sekarang waktu kita lebih banyak kemana? Facebook, twitter, WhatsApp, mana Al Qur’an? Oleh se­bab itu maka, bacalah Al Qur’an,” kata Ustaz Abdul Somad.

Lalu bagaimana jika tidak lancar dalam membaca Alquran? Ustadz Abdul Somad pun menjawab, agar tidak bersedih. “Saya tak lancar baca Alquran pak ustadz. Jangan bersedih hati, mau lancar tak lancar. Alif Lam Mim tidak dihitung satu huruf. Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mimpi satu huruf. Setiap huruf dibalas 10 (Kebaikan),” ucap Ustaz Abdul Somad.

“Alquran menjadi petunjuk bagi manusia. Alquran lah yang menunjukkan, mana yang lurus, mana yang bengkok, mana salah,” pungkasnya.

Sementara, menurut buku karya Abdul Aziz As – Sadhan yang berjudul Puasa Tapi Keliru yang menjelaskan terdapat 5 golongan manusia yang puasanya tidak mendapatkan hasil selama bulan suci Ramadhan berlangsung. Pertama, adalah orang – prang yang menganggap bulan Ramadhan sama seperti bulan lainnya dan ia juga melakukan kebaikan padahal dalam bulan Ramadhan semua pahala bisa didapatkan berlipat – lipat.

Kedua, orang yang be­rubah menjadi ‘baik’ hanya ketika bulan Ramadhan saja dan ketika Ramadhan selesai, ia kembali melakukan perbuatan maksiat kepada Allah SWT, seperti tidak pergi ke masjid, tidak melaksanakan shalat, dan juga melepas hijabnya. Seperti yang dikatakan Imam Ahmad, “Seburuk – buruk kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja.”

Baca Juga  Polri Larang Kerumunan Perayaan Nataru, Kadiv Humas Polri : Siap-siap Bakal ada Sanksinya

Ketiga, golongan yang merugi di bulan Ramadhan adalah orang yang hanya sebatas menahan lapar dan dahaga saja. Ia tetap melakukan perbuatan do­sa seperti menyebar fitnah, menggunjing, menghina padahal ia sedang berpuasa untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Pada Hadits Riwayat Bukhari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkatan dan amalan dusta, maka Allah tidak butuh dengan makanan dan minuman yang ditinggalkannya (puasa).”

Keempat, orang yang tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik – baiknya pada bulan Ramadhan, seperti tidur sepanjang hari di bulan Ramadhan serta melakukan hal yang sia – sia pada malam hari. Yang seharusnya pada Ramadhan menyibukkan diri dengan beramal, dzikir, tadarus, seerta amalan – amalan baik lainnya.

Kelima, orang yang tetap melakukan maksiat pada bulan Ramadhan dan tidak melakukan ibadah – ibadah untuk memohon ampunan dari Allah SWT. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan, Artinya : “Siapa yang berpuasa dengan motivasi yang benar karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah ampuni dosa-dosanya yang lewat.” (**)