AGAM, METRO–Kebakaran besar menjelang ibadah sahur mengahnguskan beberapa bangunan rumah dan ruko di Jorong Hulu Banda, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Jumat (22/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Beruntung, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun, kebakaran itu membuat warga setempat yang sedang tertidur pulas berhamburan keluar rumah untuk membantu pemilik rumah dan ruko mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari amukan si jago merah.
Sementara, beberapa warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Beberapa menit setelah kebakaran terjadi, beberapa mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi dan langsung memadamkan api yang menghanguskan empat bangunan itu.
Komandan Regu Damkar Agam, Anton mengatakan, api dipicu dari salah satu rumah yang diduga akibat korsleting listrik. Api dengan cepat membesar saat penghuni sedang terlelap.
“Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran itu. Dari hasil pendataan, kebakaran menghanguskan dua unit rumah, dua ruko dan empat unit sepeda motor,” kata Anton.
Dijelaskan Anton, proses pemadaman dimulai pukul 03.15 setelah armada damkar tiba di lokasi. Proses pemadaman melibatkan 6 armada dari Sungai Tanang, Biaro dan dibantu 2 unit armada Padang Pariaman dan satu unit Kota Pariaman.
“Api diduga berasal dari korsleting. Kerugian ditaksir mencapai Rp 3 miliar. Rumah dan ruko yang terbakar diketahui milik Laudin (65), Sabariah (65), Bahruman (39) dan Suarni (45),” tutupnya. (pry)






