METRO SUMBAR

Tinjau Kerusakan Jalan Nasional di Aie Dingin, Gubernur Hentikan dan Evaluasi Aktivitas Pertambangan

0
×

Tinjau Kerusakan Jalan Nasional di Aie Dingin, Gubernur Hentikan dan Evaluasi Aktivitas Pertambangan

Sebarkan artikel ini
TERBELAH—Beginilah kondisi jalan Nasional Padang-Solok Selatan di kawasan Aie Dingin, Alahan Panjang terbelah yang tinjau Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

SOLOK, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau kondisi Jalan Nasional Padang-Solok Selatan di kawasan Aie Dingin, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Selasa (19/3). Dalam peninjauan itu, Gubernur menghentikan aktivitas salah satu perusahaan tambang galian C tak berizin, serta mengevaluasi perizinan sejumlah perusahaan tambang lain yang menjadi biang masalah kerusakan ruas jalan sepanjang ku­rang lebih 20 kilometer tersebut.

“Sebagaimana kita tahu, kerusakan jalan nasional di Aie Dingin ini sudah lama jadi keresahan masyarakat. Pak Menteri PUPR juga mengeluhkan kondisi jalan ini. Kita juga berulang kali lewat di jalan ini, dan pada hari ini melihat langsung fakta-fakta kerusakan dan penyebab kerusakannya. Maka, ini tidak bisa lagi kita biarkan,” ucap Gubernur di lokasi peninjauan.

Dalam kesempatan itu, gubernur beserta jajaran OPD terkait melakukan peninjauan di lima titik kerusakan terparah secara bersama dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Thabrani, dan menemukan fakta-fakta kerusakan jalan serta kerusakan bangunan rumah warga, yang disebabkan oleh aktivitas tambang di sekitar kawasan tersebut.

“Sebelumnya, kami su­dah perintahan jajaran di provinsi, mulai dari Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas BMCKTR, untuk melihat dari dekat dan mendeteksi akar persoalan kerusakan menahun jalan nasional ini. Sebagian dari tugas di dinas tersebut sudah selesai, meski ada beberapa persoalan yang masih butuh penjelasan dan jawaban,” ucap Gubernur lagi.

Namun yang pasti, kata Gubernur, berdasarkan peninjauan secara terperinci pada lima titik dengan kondisi kerusakan terpa­rah, maka terlihat dengan sangat jelas bahwa aktivitas tambang di sisi timur jalan telah menyebabkan luncuran air galian tambang yang tidak terkendali, sehingga secara perlahan menyebabkan longsoran dan jalan terban di sisi barat. “Oleh karena itu, aliran air galian itu harus distop. Entah itu dengan membuat saluran yang benar, atau tambang itu sendiri yang kita evaluasi. Yang pasti, hari ini satu aktivitas tambang di Aie Dingin Timur, tadi sudah kita stop, karena tidak berizin dan sudah sangat merusak. Kemudian, ada aktivitas perusahaan tambang di kawasan Lekok yang kita evaluasi. Jika ada ma­salah-masalah lain, itu juga akan kita selesaikan,” ujar Gubernur menegaskan.

Baca Juga  MTQ Nagari Koto Tangah Diikuti 221 Peserta

Gubernur menekankan, tindakan tegas harus segera ia lakukan dalam menghadapi persoalan ini. Sebab jika tidak, ruas jalan nasional itu diprediksi tak akan bisa diselamatkan, dan tentu akan berdam­pak negatif pada ratusan ribu warga yang sangat membutuhkan ruas jalan tersebut sebagai satu-sa­tunya akses menuju Solok Selatan. “Kita di provinsi berharap, setelah teratasi segala persoalannya, maka Balai Jalan bisa segera melakukan perbaikan terhadap kualitas jalan ini. Sebab ini sangat penting bagi masyarakat,” ucap Gubernur menutup.

Sementara itu dam ke­sempatan yang sama, Kepala BPJN Sumbar, Thabrani menyebutkan, ruas jalan nasional di Aie Dingin se­panjang 20 kilometer memang kawasan sangat ra­wan longsor. Sebab, di sekitar ruas jalan tersebut terdapat aktivitas tambang yang tidak tertata dengan benar. Sehingga, menye­bab­kan terjadinya tumpukan saluran air atau aliran air yang menyeberangi badan jalan, dan kemudian menyebabkan terjadinya longsor atau jalan terban di sisi barat. “Curah hujan tinggi pada 7 Maret lalu menyebabkan 10 titik longsor di ruas jalan ini. Kita sudah bersihkan enam titik, sedangkan empat titik lagi butuh penanganan khusus dan segera. Kalau tidak, maka jalan ini akan cepat putus,” kata Thabrani.

Baca Juga  243 Pelajar Lulus Seleksi Saga Saja Plus

Setelah dilakukan peninjauan langsung oleh Gubernur beserta jajaran, sambung Thabrani, maka BPJN berharap ada solusi yang tepat untuk mengatasi kerusakan jalan me­nahun yang disebabkan aktivitas tambang tersebut. Sebab, perbaikan kua­litas jalan akan sia-sia jika penataan tambang di kawasan itu tidak dilakukan dengan benar. “Untuk sementara, jalan nasional di sini tetap kita pelihara, tapi dengan sistem fungsional. Kita tutup lobangnya de­ngan sirtu atau dengan teknis lainnya. Tetapi belum bisa kita tingkatkan kualitas penanganannya, selama penataan tambangnya belum baik dan benar,” ucap Thabrani lagi.

Turut mendampingi Gu­bernur saat meninjau kerusakan ruas jalan nasional di Aie Dingin tersebut, Kepala Dinas ESDM Sumbar, Herry Martinus; Kepala DLH Sumbar, Tasliatul Fuadi; Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi; Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Erasukma Munaf; Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Mursalim; Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar, Edi Dharma Syafni; dan sejumlah pejabat lain di lingkup Pemprov Sumbar. (fan)