METRO PADANG

Ramadhan di Balik Jeruji Besi Lapas Kelas IIA Padang, Napi Semangat Berpuasa, Tarawih, Tadarusan hingga Pesantren Kilat

0
×

Ramadhan di Balik Jeruji Besi Lapas Kelas IIA Padang, Napi Semangat Berpuasa, Tarawih, Tadarusan hingga Pesantren Kilat

Sebarkan artikel ini
SHALAT TARAWIH— Sejumlah napi melaksanakan ibadah shalat tarawih, Senin (18/3) malam. Selama Ramadhan, para napi Palas Kelas IIA Padang rutin melakukan rangkaian ibadah dan berharap berkah Ramadhan dan ampunan Allah SWT.

MUARO, METRO–Di tengah keterbatasan, se­mangat ibadah dan pembinaan rohani tetap terus mengalir bagi setiap tahanan muslim di Lapas Kelas IIA Padang selama bulan Ramadhan. Di balik jeruji besi, para narapidana dan tahanan ini merayakan Ramadhan dengan semangat yang luar biasa, men­coba mendekatkan diri  sembari barharap ampunan ilahi.

Ya, di kala sebagian besar umat Islam berkumpul bersama ke­luar­ga, istri, suami, anak dan sanak saudara untuk menjalankan ibadah puasa, para narapidana (napi) menjalaninya di balik penjara. Tembok kokoh dan jeruji besi seolah menjadi saksi kerinduan mereka menjalani Ramadhan ber­sama keluarga di luar sana.

Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan para narapidana di Lapas Kelas IIA Padang, adalah agenda shalat tarawih. Dari balik sel penjara, mereka tidak melewatkan ibadah tarawih yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali selama satu bulan tersebut.

Senin (18/3) malam, ratusan tahanan yang beragama Islam terlihat khu­syuk melaksanakan ibadah salat tarawih. Saat bulan suci ini tiba, mereka  para tahanan pun mencoba men­dekatkan diri dengan me­laksanakan ibadah di malam hari Ramadhan.

Baca Juga  Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Sudah Efektif, Bidang Pangan Juga Pindah ke Muaro

Kepala Seksi (Kasi) Pem­binaan dan Pendidikan (Binadik) Lapas Kelas IIA Padang, Mona Ariska Putri mengatakan, kegiatan religius dilakukan warga binaan selama ramadan, seperti pesantren ramadan dan shalat tarawih.

“Kegiatan tarawih kami selama Ramadhan 1445 Hijriah ini diikuti oleh santri atau warga binaan kami itu setiap harinya sekitar 200 orang. Itu kami keluarkan sesuai jadwal atau giliran mereka per kamar,” katanya, Senin (18/3) ma­lam.

Selesai melaksanakan ibadah tarawih, warga binaan Lapas Kelas IIA Pa­dang juga mengikuti tadarus hingga pukul 22.00 WIB selama Ramadhan 1445 Hijriah.

Bagi para warga binaan yang tidak melaksanakan ibadah tarawih di masjid, katanya, mereka akan me­lak­sanakan di kamar masing-masing. “Saat ini, jumlah warga binaan kami 1.003 orang,” katanya.

Selain itu, selama Ramadan 1445 Hijriah, katanya, Lapas Kelas IIA Pa­dang juga melaksanakan kegiatan pesantren kilat bagi warga binaan.

“Dalam segi pengawasan dan pembinaan itu dilakukan per piket, sudah ditetapkan, masing-masing bidang itu ada yang piket, mulai dari tarawih sampai tadarus setiap harinya,” katanya.

Melalui kegiatan itu, kata Mona, Lapas Kelas IIA Padang ingin meningkatkan keimanan dan ketaq­waan warga binaan selama dan setelah Ramadan.

Baca Juga  Wanita Selundupkan Barang Terlarang ke Lapas Padang, Sembunyikan Headset, Kabel Cas di Pakaian Dalam

“Kemudian menambah pengetahuan mereka tentang agama, yang selama ini (mungkin) mereka buta tentang agama, baik akidah maupun akhlak. Dari sini, mereka dapat belajar dari pesantren kilat yang kami fasilitasi,” tuturnya.

Pesantren Kilat

Sementara itu, pada Senin (18/3), sebanyak 51 Warga Binaan Pema­sya­rakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Padang, mengikuti kegiatan Pesantren Kilat, di Masjid Taqwa Komplek Lapas Padang. Mona menjelaskan, kegiatan Pesantren Kilat atau Pesantren Ramadhan itu dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Darel Iman Pa­dang.

“Tujuannya, memberikan ilmu agama bagi para WBP seperti pendidikan akidah, akhlak, belajar ba­ca Al Quran, dakwah, iba­dah, hingga menghafal Al Quran,” kata Mona.

Kegiatan itu, lanjut Mo­na, dilaksanakan setiap hari selama bulan ramadan dengan peserta  WBP yang dipilih dari kamar hunian 7B.

“Harapan kami, dengan adanya kegiatan pesantren ini, dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para WBP, menambah ilmu agama, sehingga dapat bermanfaat bagi diri mereka dan bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Mona. (rom)