BERITA UTAMA

Bisa Memicu Aksi Tawuran, Polda Sumbar Minta Remaja Tak Bermain Perang Sarung

0
×

Bisa Memicu Aksi Tawuran, Polda Sumbar Minta Remaja Tak Bermain Perang Sarung

Sebarkan artikel ini
Kombes Dwi Sulistyawan Kabid Humas Polda Sumbar

PADANG, METRO–Perang sarung, sebuah fenomena yang kini kerap terjadi di kalangan remaja usia belasan, dapat me­micu gelombang aksi ta­wuran antar kelompok re­maja di sejumlah wilayah. Fenomena ini dikha­wa­tirkan menimbulkan gang­guan keamanan dan ke­tertiban masyarakat.

Polda Sumbar oun mem­berikan imbauan ke­ras kepada para remaja dan kelompok-kelompok terkait untuk meng­hen­tikan praktik perang sarung dan tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri serta orang lain.

“Kami mengimbau ke­pada seluruh remaja dan kelompok-kelompok ter­libat untuk menghentikan kegiatan yang merugikan ini. Perang sarung dan tawuran hanya akan mem­bawa dampak buruk bagi kita semua,” ungkap Kabid Humas Polda Sumbar, Kom­bes Dwi Sulistyawan, Senin, (18/3).

Kombes Dwi Sulistya­wan, menegaskan bahwa bahaya dari perang sarung yang sering kali dianggap sebagai permainan tidak berbahaya oleh sebagian remaja, namun itu bisa berakibat fatal.

“Perang sarung bukan­lah sekadar permainan bia­sa. Selain dapat me­nyebab­ kan cedera serius, fenomena ini juga dapat memicu per­ tikaian dan tawuran antar kelompok,” jelasnya.

Ia menambahkan bah­wa Polda Sumbar akan mengintensifkan patroli dan kegiatan preventif un­tuk mengatasi dan men­cegah terjadinya perang sarung serta tawuran di wilayah tersebut.

“Kami akan melakukan langkah-langkah tegas dan pro­aktif untuk men­jamin kea­manan dan ke­tertiban masya­ rakat, ser­ta me­ lin­dungi para re­maja dari dam­pak negatif yang ditim­bul­kan oleh perang sarung dan ta­ wuran,” tandas­nya.

Masyarakat, khususnya para orang tua dan to­koh masya­ra­kat, ditegaskan Kom­bes Dwi Su­lis­tya­wan,  juga diimbau untuk ber­peran aktif dalam me­ngawasi dan me­ngar­ahkan anak-anak mere­ka agar tidak terlibat dalam praktik yang merugikan ini.

“Dengan kerja sama yang baik antara masya­rakat dan aparat kepoli­sian, diharapkan feno­m­e­na perang sarung dan ta­wuran di kalangan remaja dapat diminimalisir dan akhirnya dihilangkan sama sekali dari lingkungan so­sial di Kota Padang khususnya dan di Sumbar pada umum­nya,” tutupnya. (rgr)