ANUGERAH paling istimewa yang dikurniakan oleh Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW dan tidak dianugerahkan kepada umat-umat lainya adalah bulan Ramadhan dan keistimewaan yang ada di dalamnya.
Allah SWT mewajibkan setiap orang mukmin yang sudah baligh untuk menjalankan puasa Ramadan agar meraih prestasi spiritual menjadi orang yang bertakwa (muttaqin). Makna puasa (shaum) secara bahasa adalah menahan (al-imsak).
Sedangkan makna puasa secara istilah adalah “Ibadah kepada Allah ta’ala yang disertai niat dengan menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar shadiq hingga matahari terbenam, yang dilakukan oleh orang tertentu dengan syarat-syarat yang tertentu.”
Dalil tentang diwajibkannya puasa sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran surah Al-Baqarah/2 :183, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Rasulullah Saw juga bersabda, yang artinya: “Islam dibangun di atas lima rukun: Syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan dan berhaji ke baitullah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Apa hikmah dan keutamaan ibadah puasa? Allah SWT mendidik manusia agar memiliki 10 karakter mulia yang akan mengantarkannya meraih ampunan (maghfirah) dan pahala agung (ajran ‘adhima) berupa surga dari Allah Yang Maha Ar-rahman Ar-rahim. Ibadah puasa (wajib dan sunnah) termasuk puasa Ramadhan adalah salah satu dari sepuluh karakter mulia itu.
Hal ini sebagaimana janji Allah yang ditegaskan dalam Alquran surah Al-A%zâb/33 ayat 35; “…laki-laki dan perempuan yang berpuasa… Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. Sepantasnyalah dan bahkan menjadi keniscayaan bagi setiap mukmin merasakan bahagia saat memasuki bulan suci Ramadhan dengan niat hati sungguh-sungguh ingin meraih kemuliaan, rahmat, barokah, maghfiroh, serta pembebasan dari siksa api neraka (itqun minan nar) dari Allah SWT. Itulah salah satu hikmah besar puasa ramadhan.
Beberapa hikmah puasa Ramadhan secara rinci dapat disarikan dari berbagai keterangan sumber hukum Islam sebagai berikut. Pertama, ibadah puasa sebagai sarana meraih ketakwaan kepada Allah SWT, karena tujuan akhir puasa adalah takwa, orangnya disebut muttaqin. Kedua, ibadah puasa adalah sarana mensyukuri nikmat Allah SWT, Dzat yang telah menciptakan manusia sebagai makhluk terbaik. Ketiga, ibadah puasa melatih diri untuk mengekang jiwa atau membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs), melembutkan hati dan mengendalikan syahwat ke arah positif.
Keempat, ibadah puasa memandu hati lebih fokus untuk berdzikir dan berfikir tentang keagungan dan kebesaran Allah SWT. Kelima, ibadah puasa menjadikan orang yang kaya semakin mensyukuri nikmat Allah yang dianugerahkan kepadanya dan meneguhkannya menjadi dermawan (muzakki/ mutashaddiqin).
Keenam, ibadah puasa memunculkan sifat lemah lembut dan kasih sayang terhadap orang-orang fakir miskin dan kaum lemah (dlu’afa). Ketujuh, ibadah puasa menyempitkan jalan peredaran setan dalam darah manusia, artinya setan yang merupakan musuh nyata manusia, gerak langkahnya terhenti dalam menggoda dan menyesatkan manusia saat berpuasa.
Kedelapan, ibadah puasa melatih kesabaran dan meraih pahala kesabaran, yaitu sabar menghadapi kesulitan, sabar dalam menjalankan perintah Allah dan sabar dalam menjauhi larangan-Nya. Kesembilan, ibadah puasa melatih sifat jujur (shidiq), orang yang berpuasa diuji kejujurannya karena hakikat puasa itu rahasia antara orang yang puasa dan Allah Yang Maha memerintah puasa.
Kesepuluh, ibadah puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan jasmani dan ruhani. Kesebelas, hikmah terbesar ibadah puasa adalah penghambaan diri kepada Allah SWT dan peneladanan kepada Rasulullah Muhammad Saw.
Sedangkan keutamaan puasa Ramadhan sangat banyak sekali, dan dapat diidentifikasi secara ringkas meliputi delapan macam: Pertama, puasa dengan penuh iman dan ikhlas lillahi ta’ala menjadi sebab dosa-dosa manusia diampuni. Kedua, pahala puasa melimpah ruah, menjadi mega bonus yang dahsyat bagi orang mukmin apabila dilakukan sesuai dengan adab-adabnya.
Ketiga, Meraih dua kebahagiaan dengan puasa, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Allah SWT dan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi.
Keempat, puasa adalah perisai dari perbuatan yang haram, puasa dapat membantu menundukkan syahwat dan hawa nafsu. Kelima, puasa menjadi perisai dari api neraka. Keenam, doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak. Ketujuh, ibadah puasa dan membaca Alquran adalah dua amalan yang akan memberi syafa’at bagi pemiliknya di hari kiamat. Kedelapan, orang mukmin yang puasa akan dimasukkan Allah ke dalam surga dari pintu khusus yang bernama Ar-Royyan.
Demikian sekelumit uraian tentang hikmah dan keutamaan puasa Ramadhan. Walhasil, ibadah puasa memiliki multi fungsi pendidikan karakter bagi manusia untuk bertauhid, beriman, beribadah, bertakwa, taat, patuh, tunduk, jujur, peduli, sabar, berserah diri, tawadlu’, tawakal, ikhlas dan ridlo atas takdir dan perintah Allah Yang Maha Mengatur, Rabbul ‘alamin dan meneladani Nabi Muhammad SAW. (**)





