POLITIKA

Kapolri Ngaku Belum Tahu Sosok Kapolda yang akan Dijadikan Saksi oleh TPN Ganjar-Mahfud

4
×

Kapolri Ngaku Belum Tahu Sosok Kapolda yang akan Dijadikan Saksi oleh TPN Ganjar-Mahfud

Sebarkan artikel ini
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Kapolri

JAKARTA, METRO–Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengaku tidak tahu sosok kapolda yang akan dijadikan saksi di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pihak Tim Peme­nangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud. Sejauh ini, belum ada pemberitahuan resmi dari pihak TPN.

“Lah saya justru menunggu namanya siapa,” kata Sigit kepada wartawan, Jumat (15/3).

Dia pun membolehkan bila seorang kapolda menjadi saksi di MK. Namun, harus jelas terlebih dahulu keterlibatan kapolda tersebut.

“Ya kalo memang ada, ya boleh-boleh saja, tapi kan harus ada buktinya,” kata Sigit kepada wartawan, Jumat (15/3).

Baca Juga  Pelaporan DPTb, Rini Juwita: Paling Lambat 7 Hari Sebelum Pemungutan Suara

Meski begitu, sampai saat ini belum ada permin­ta­an resmi dari TPN Ganjar-Mahfud. Sehingga Polri pun belum mengambil langkah apapun.

“Ya kita lihat, kapolda ini siapa, kan harus bisa dibuktikan oke,” jelasnya.

Sebelumnya, TPN Ganjar-Mahfud mengklaim akan mengajukan seorang Kapolda sebagai saksi dalam gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, sampai saat ini, belum diketahui sosok kapolda yang dimaksud.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pada dasarnya Polri patuh dan taat kepada peraturan perundang-undangan. Termasuk dalam hal menjaga netralitas.

“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga pada kesempatan tiap kegiatan terkait dengan netralitas Polri. Tetap terjaga dan diawasi oleh lembaga lembaga pengawas dan kontrol sosial lainnya,” kata Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (14/3).

Baca Juga  Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar Dikawal 18 Anggota Polri

Trunoyudo mengatakan, hal itu menjadi komitmen Polri. Oleh karena itu, Polri tidak masuk dalam ranah politik praktis.

“Dalam rangka mewujudkan demokrasi, memeli­hara dan menjaga profesionalisme Polri tentu dalam me­melihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Artinya, komitmen ini bersikap netral. Polri bersikap netral dan tidak melakukan kegiatan politik praktis selama tahapan pemilu 2024,” jelasnya. (jpg)