METRO PESISIR

Banjir Selama Dua Hari, Kompleks Surau Gadang Syekh Burhanuddin Terancam Hilang

0
×

Banjir Selama Dua Hari, Kompleks Surau Gadang Syekh Burhanuddin Terancam Hilang

Sebarkan artikel ini
Surau Gadang Syekh Burhanuddin Tanjuang Medan akibat terjangan banjir kini kondisinya makin terancam

PDG. PARIAMAN, METRO–Keberadaan Surau Ga­dang Syekh Burhanuddin di Tanjuang Medan Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padangpariaman, saat ini kondisinya terlihat semakin terancam. Terlebih setelah musibah banjir yang melanda kawasan itu pada Kamis ma­lam hingga Jumat siang harinya.

Pasalnya, banjir yang melanda kawasan itu sempat menerjang dan menggenangi kawasan Surau Gadang, yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendidikan keagamaan serta sebuah masjid me­gah bernama Masjid Luhur Syekh Burhanuddin. “Kalau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka bisa saja ke depanya, kelangsngan dan masa depan komplek Surau Gadang ini bisa sangat terancam, hingga ter­kubur bersama perjalanan sejarah,” kata Tuanku Kuniang, Khalifah Syekh Bur­hanuddin,  kemarin.

Diakui, seumur-umur sepanjang sejarah yang diketahui warga yang tinggal di sekitar kawasan Komplek Surau Gadang, memang baru kali inilah sejarahnya air bah yang berasal dari sungai Batang Ulakan memasuki dan meng­genangi komplek Su­rau Gadang dimaksud.

Kondisi itu disebutkan diperparah pula seiring banyaknya material tumpukan kayu  di sekitar aliran sungai yang terdapat di kawasan itu. “Material banjir itu ada yang berupa material kayu dan seba­gainya. Itulah yang akhir­nya menyebabkan air sam­pai meluap hingga ke lokasi ini. Akibatnya ya, seperti yang terlihat di kawasan ini, banjir mengakibatkan kondisi pekarangan di sekitar kawasan Surau Gadang itu menjadi begitu berantakan,” terangnya.

Baca Juga  Ketua PKDP Kecamatan Rimbo Bujang Periode 2025-2030 Dikukuhkan

Untuk itu Tuanku Kuniang berharap, kiranya material banjir yang masih menumpuk di sekitar aliran sungai di sekitar kawasan itu bisa dibersihkan, atau sebisanya dinormalisasi sedemikiann rupa.

Menurutnya, sebelum kejadiann banjir yang terjadi pada Kamis dan Jumat kemarin, beberapa bulan lalu, kawasan komplek Su­rau Gadang milik Syekh Burhannuddin, ulama besar pengembang ajaran Islam di Minangkabau itu juga sempat diterjanng banjir.

Hingga dalam pertemuan dengan masyarakat dan pemilik  lahan yang ada di sekitar kawasan komplek tersebut telah dise­pakati merelakan lahan milik mereka untuk keperluan normalisasi sungai Batang Ulakan, yang membentang di sekitar kawasan komplek Surau Gadang tersebut. “Tapi sampai se­karang kondisinya masih belum dinormalisasi, semoga saja pihak terkait di lingkungan Pemkab Padangpariaman berkenan merenovasi maupun merevitalisasi kembali kawasan aliran sungai di kawasan itu. Hingga ke depannya diharapkan arus aliran air yang terdapat di kawasan aliran Batang Ulakan itu bisa kembali lancar menuju hilir muara.

Baca Juga  Wujudkan Indonesia Emas 2045, Ratusan Siswa SMA Ikuti Gerakan Aksi Bergizi

Meski banjir yang melanda kawasan itu tidak sampai berakibat fatal  terhadap kondisi bangunan Surau Gadang Syekh Bur­hanuddin, namun tetap saja, jika hal itu dibiarkan berlarut-larut, maka bisa saja kondisinya bakal semakin terancam. “Maka­nya harapan kita tentunya pekarangan di sekitar komplek Surau Gadang ini bisa dilantai secara permanen, sehingga diharapkan bisa memiliki ketahanan lebih menghadapi ancaman banjir yang terjadi,” harapnya.

Hasan Basri salah seorang tenaga pengajar di komplek Surau Gadang Syekh Burhanuddin itu me­ngakui, banjir yang menerjang kawasan itu terbilang yang terbesar di banding banjir yang pernah terjadi sebelumnyo. “Iyo baru kinilo aia sampai ka Surau Gadang Syekh Burhanuddin, baitu kasiak yang ado di sekitar pekarangan su­rau gadangko kinilah banyak yang hanyuik dibawo air banjir,” sebutnya.

Apa yang disebutkan Hasan Basri  itu agaknya cukup beralasan, pasal­nya, ketinggian arus banjir yang menggenangi kawasan itu ada yang mencapai tiga meter lebih, hingga me­nyebabkan banyak ternak milik warga di sekitar kawasan itu yang ha­nyut di­seret arus banjir. (efa)