TAN MALAKA, METRO–Bulan Ramadhan sejatinya harus dimanfaatkan dengan memperbanyak amalan ibadah, terutama ibadah di malam hari, seperti tarawih, witir, tadarus. Namun, hal ini tidak dilakukan sekelompok pemuda yang akan melakukan aksi tawuran, Kamis (14/3) dinihari WIB.
Diduga ingin melakukan aksi tawuran dan balap liar, sembilan pemuda beserta sepeda motornya diamankan personel Satpol-PP di beberapa titik di Kota Padang.
Kabid Trantibum dan Tranmas Satpol-PP Padang, Rozaldi Rosman mengatakan bahwa sembilan orang pemuda yang diangkut ke Mako Satpol-PP tersebut diduga akan melakukan aksi tawuran dan balap liar.
Dijelaskannya, di kawasan Kecamatan Pauh, pihaknya mengamankan tujuh orang remaja laki-laki, beserta barang bukti satu kain sarung yang sudah ada batu digulung serta enam unit sepeda motor.
Sementara di kawasan Kecamatan Padang Barat, ketika pemuda tersebut mengetahui kedatangan Satpol-PP, satu orang diantaranya berhasil kabur. Tetapi sepeda motornya ditinggalkan di lokasi. Sehingga Satpol-PP mengamankan dua orang pemuda beserta 3 unit sepeda motor.
Selanjutnya, kata Rozaldi, semua pemuda yang diamankan tersebut diserahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
“Kita menyerahkan mereka beserta barang bukti ke Penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) Satpol PP Untuk didata dan diproses lebih lanjut,” katanya.
Satpol-PP bertekad akan menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dengan menggencarkan patroli serta pengawasan untuk mengantisipasi terjadinya balap liar dan tawuran di bulan Ramadhan.
Selain itu, dia juga mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya, agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan di jalanan seperti tawuran, balap liar dan sebagainya. (brm)






