METRO SUMBAR

Kebakaran Besar di Pasar Aur Kuning, 7 Rumah dan 1 Gudang Ludes Dilahap si Jago Merah, 80 Warga Terdampak dan Terpaksa Mengungsi

3
×

Kebakaran Besar di Pasar Aur Kuning, 7 Rumah dan 1 Gudang Ludes Dilahap si Jago Merah, 80 Warga Terdampak dan Terpaksa Mengungsi

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN—Warga menyaksikan kebakaran tujuh rumah dan satu gudang dari Fly Over Pasar Aur Bukittinggi.

BUKITTINGGI,METRO–Sejumlah rumah semi permanen dan gudang di kawasan padat permu­kiman penduduk di Pasar Aur Kuning, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bu­kittinggi, dilanda keba­karan, Rabu (13/3) sekitar pukul 13.00 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah kebakaran yang terjadi awal Ramadhan ini sempat membuat warga setempat maupun pemilik toko dibuat panik dan berusaha menyelamatkan harta bendanya dan barang dagangannya karena takut dilahap si jago merah.

Di tengah kepanikan itu, beberapa warga juga bahu-membahu untuk memadamkan api dengan alat sea­danya. Namun, api begitu cepat membesar dan me­nye­bar dari satu bangunan se­mi permanen ke bangu­nan lainnya hingga membuat api membubung tinggi.

Tak lama berselang, delapan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) bersama puluhan personel tiba di lokasi yang kondisi jalannya sangat sempit. Petugas pun langsung berjibaku dengan melakukan penyemprotan air ke titik api hingga hampir dua jam baru bisa dipadamkan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bukittinggi, Efriadi mengatakan, kebakarandi kawasan Pasar Aur itu berada di kawasan padat permukiman dan pertokoan. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat di sebuah rumah, dan dengan cepat menjalar ke beberapa rumah lainnya.

“Kebakaran ini menghanguskan tujuh rumah dan satu unit gudang. Selain itu, warga yang terdampak sebanyak 7 KK dengan jumlah 80 jiwa. Mereka terpaksa harus diungsikan karena rumahnya sudah jadi arang,” terang Efriadi kepada wartawan.

Dijeslan Efriadi, lokasi kebakaran yang berada persis di depan Pasar Simpang Aur Kuning dan Terminal itu membuat warga ramai ke lokasi dengan sebagian pemilik toko berusaha mengevakuasi ba­rang dagangannya.

“Penyebab kebakaran belum diketahui, saat ini sedang diselidiki oleh kepolisian. Kerugian sekitar Rp 500 juta,” kata Efriadi.

Efriadi menuturkan, api berhasil dipadamkan oleh delapan armada Damkar Bukittinggi dibantu satu armada masing-masing dari Damkar Kota Padang Panjang dan Kabupaten Agam.

“Total personel dari Damkar Bukittinggi 35 orang, kendala yang dihadapi di lapangan ut amanya kondisi jalan yang sempit karena lokasi berada di pemukiman warga,” kata Efriadi.

Terkait musibah keba­karan ini, Efriadi mengimbau kepada warga agar berhati-hati dan memastikan kondisi ketika akan meninggalkan rumah.

“Apalagi saat ini Ramadan, mungkin ada alat listrik atau pemasak yang terlupakan mematikan saat meninggalkan rumah. Pastikan kondisi di sekitar dalam keadaan aman,” pungkasnya. (pry)