METRO PADANG

Misi Kemanusian untuk Korban Banjir Pessel, PT Semen Padang Kirim TRC dan Dirikan Posko Trauma Healing

0
×

Misi Kemanusian untuk Korban Banjir Pessel, PT Semen Padang Kirim TRC dan Dirikan Posko Trauma Healing

Sebarkan artikel ini
PELEPASAN TIM TRC— Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, berfoto bersama sebelum pelepasan relawan TRC dan tim medis SPH ke lokasi banjir di Pessel, di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang.

INDARUNG, METRO–Untuk membantu penanganan pasca-banjir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), PT Semen Padang mengirim relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan tim medis dari Semen Padang Hospital (SPH) ke lokasi banjir di Pessel.

Selain relawan, bersamaan de­ngan itu juga dikirim bantuan sem­bako sebanyak 620 paket, serta selimut dan pakaian yang akan dibagikan di dua titik lokasi terdampak ben­cana banjir, yaitu di Ba­rung-Barung Belantai, Ke­camatan Koto 11 Tarusan, dan di Surantih, Kecama­tan Sutera.

Pelepasan relawan dan paket sembako serta selimut dan pakaian itu, dilakukan oleh Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Selasa (12/3). Pada pelepasan tersebut, turut hadir Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati, dan Dirut SPH, dr. Selfi Farisha.

Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari mengatakan, relawan TRC yang dikirim ke lokasi banjir di Pessel itu merupakan gelombang kedua. Sebelumnya, PT Semen Padang juga mengirimkan 10 orang relawan dari Mine Rescue Team Rescue Team (MRT) Departemen Tambang & Pengelolaan Bahan Baku untuk membantu korban terdampak banjir.

“Selain mengirim relawan MRT, Semen Padang sebelumnya juga mengirimkan bantuan bahan makanan untuk kebutuhan dapur umum korban banjir di Pessel yang dikirim me­lalui Dinas Sosial dan Dinas ESDM Provinsi Sumbar,” kata Pri Gustari usai melepas relawan TRC dan tim medis SPH ke lokasi bencana banjir Pessel.

Baca Juga  Capaian PON XX Papua, Ketua KONI Minta Maaf, Gubernur Sumbar: Terima Kasih untuk Perjuangan semua Atlet

Untuk relawan TRC Semen Padang ini, Pri Gustari menyampaikan sesampai di Kecamatan Sutera, para relawan ini langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel terkait penanganan pasca-banjir yang terjadi akibat hujan deras sejak Kamis (7/3) sore hingga Jumat.

“Kami berharap, kehadiran TRC ini dapat membantu masyarakat atau korban yang terdampak banjir, ataupun membantu pencarian korban banjir yang mungkin masih belum ditemukan, serta membantu rumah-rumah masya­ra­kat atau fasilitas umum yang mungkin masih tertimbun material banjir,” ujarnya.

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati menambahkan bahwa relawan TRC Semen Pa­dang ini akan berada selama 4 hari di lokasi bencana banjir di Kecamatan Su­tera. Selama di sana, mereka juga akan membantu pendistribusian bantuan logistik untuk korban banjir.

“Informasinya, di sana (Kecamatan Sutera) merupakan lokasi yang belum tersentuh oleh bantuan logistik dan relawan. Maka dari itu, sembako yang kami kirim hari ini sebagian akan didistribusikan di Kecamatan Sutera, yaitu di Nagari Surantih,” kata Anita.

Di lokasi bencana, PT Semen Padang bersama SPH juga membuka posko trauma healing dengan melibatkan tim medis SPH yang terdiri dari 2 orang dokter, 5 perawat dan 2 apoteker. “Kami pun juga membawa bantuan obat-obatan dan selimut,” tambah Dirut SPH dr. Selfi Farisha.

Baca Juga  Mahyeldi-Andre semakin Santer. Kader PKS-Gerindra Tunggu SK DPP

Sampai di Tarusan

TRC Semen Padang dan tim medis dari Semen Pa­dang Hospital (SPH) sam­pai di lokasi Kampung Tanjung, Nagari Duku Utara, Kecamatan Koto 11 Tarusan sekitar pukul 16.00 WIB. Di lokasi ini, tim menyerahkan bantuan sembako untuk 300 KK. Juga diserahkan bantuan bedcover, dan pakaian anak anak, dan dewasa.

Tokoh masyarkat Kampung Tanjung Simon tanjuang menyampaikan terimakasih atas bantuan tim Semen Padang Group. “Di Kampung Tanjung ini ada sebanyak 250 KK yang terisolasi dan butuh bantuan. Banyak di antara warga sejak Jumat (8/3) kelaparan karena belum mendapat bantuan,” tutur Simon dengan mata berkaca-kaca.

“Lokasi di Kampung Tanjung terisolasi karena akses jalan tertutup oleh kayu dan batu-batu. Penduduk di dalam lebih banyak di luar, dan sangat butuh bantuan sampai saat ini,” kata Simon.

Setelah dari 11 Koto Tarusan, sekitar pukul 17.00 WIB, relawan TRC dari perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Teng­gara itu bersama tim medis dari SPH kemudian melanjutkan misi kemanusian ke Kecamatan Surantih. (ren/rel)