BERITA UTAMA

Buaya Besar Teror Warga Tiku

0
×

Buaya Besar Teror Warga Tiku

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO – Warga Jorong Labuhan, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam diresahkan dengan kemunculan buaya berukuran empat meter di aliran sungai Batang Masang. Membuat rasa takut secara terus-menerus di masyarakat yang tinggal di aliran sungai.
Apalagi masyarakat yang memiliki hewan ternak tentu rasa cemas dan rasa khawatir dengan keselamatan hewan peliharaannya. Contohnya saja Azmil, warga Jorong Labuhan, Selasa (18/2) menuturkan, salah satu kambing peliharaannya direlakannya hilang dimangsa buaya (Crocodylus Porosus).
Awalnya dia tidak menyangka kalau hewan peliharaannya dimangsa buaya. Namun setelah diselidiki dalam satu pekan, akhirnya dia mengetahui kambing peliharaannya dimakan buaya. Dia melihat dalam satu pekan ini, 2 ekor buaya, yang satu berukuran dewasa dan satunya berukuran kecil sedang mengintai ternak warga.
Jadi bisa dipastikan kalau kambingnya hilang dimangsa dua buaya yang terlihat oleh masyarakat sekitar. “Kami meminta kepada pihak yang terkait agar bisa memberikan solusi. Agar ketakutan kami yang mayoritas tinggal di tepi Sungai Batang Masang ini bisa teratasi. Hewan ternak kami aman,” katanya.
Terpisah petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam Ade Putra mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi sementara di lapangan menyimpulkan bahwa, kemunculan buaya ini disebabkan kurangnya pasokan makanan yang diperoleh oleh sang predator selama ini.
“Biasanya pasokan makanan tersedia tanpa harus bersentuhan langsung dengan hewan ternak masyarakat. Sekarang karena penyempitan lokasi ekosistem buaya, maka tidak bisa terelakkan gesekan antara buaya ini dengan masyarakat sekitar terutama pada hewan ternak,” katanya.
Akibat kejadian ini, katanya, BKSDA akan merencanakan pada pekan ini, mereka bersama warga sekitar lokasi akan memasang jaring pengamanan sepanjang 100 meter dari rawa ke pemukiman masyarakat.
“Hal ini merupakan antisipasi terhadap buaya tersebut untuk naik ke daratan serta mencegah warga, terutama anak-anak untuk mendekati rawa,” ujarnya.
Dikatakan, saat ini pihaknya beserta tim telah menyosialisasikan kepada masyarakat, sementara waktu untuk tidak beraktivitas di kawasan tersebut. Serta menjaga atau melarang anak-anak agar tidak bermain di lokasi rawa.
“Kami juga mengimbau warga, agar tidak melepas ternak di lokasi tersebut,” ulasnya. (pry)