BERITA UTAMA

Tewas Kesetrum di Kebun, Makam Pelajar Dibongkar, Mayatnya Diautopsi Tim Dokter Forensik, Polisi Usut Dugaan Kematiannya karena Kelalaian

0
×

Tewas Kesetrum di Kebun, Makam Pelajar Dibongkar, Mayatnya Diautopsi Tim Dokter Forensik, Polisi Usut Dugaan Kematiannya karena Kelalaian

Sebarkan artikel ini
BONGKAR MAKAM— Tim Forensik Polda Sumbar dan Polres Pessel melakukan pembongkaran makam untuk dilakukan autopsi pada mayat korban sengatan listrik.

PESSEL, METRO–Makam seorang pelajar yang menjadi korban sengatan aliran listrik dan ditemukan tewas di kebun milik warga di Nagari Ampang Tareh Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, dibongkar untuk dilakukan autopsi, Senin (4/3).

Autopsi pun dilakukan Tim Dokter Forensik Polda Sumbar bersama Polres Pessel di pemakaman ter­sebut dengan mendapatkan pengawalan ketat dari Polisi. Setelah diautopsi, mayat korban yang sudah dikuburkan hampir sebulan yang lalu, kembali dimakamkan.

Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, AKP Andra Nova menyampaikan, penggalian mayat atau pembongkaran kubur dilakukan untuk kepentingan penyelidikan suatu kasus. Pembongkaran makam dilakukan untuk melakukan autopsi terhadap korban guna melengkapi berkas penyelidikan.

“Makam yang dibong­kar ini merupakan korban sengatan listrik bernama Habibi Rahmadi yang dikebumikan keluarga di Bukit Siayah, Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai. Ekshumasi ini untuk kepentingan penyelidikan,” katanya, Senin (4/3/).

AKP Andra Nova me­nyebut, ekshumasi dilakukan sesuai dengan laporan pihak keluarga korban LP/B/24/II/2024/Sat Reskrim/Polres Pessel/Polda Sumbar, 12 Februari 2024. Sebelum melakukan ekshumasi, pihaknya sudah men­dapatkan izin dari keluarga korban.

Baca Juga  Buruh Beri Waktu Seminggu Pemerintah Cabut Aturan Tapera

“Sementara itu, kejadian meninggalnya korban diketahui pada Kamis, 8 Februari 2024 sekira pukul 01.00 bertempat di sebuah kebun warga. Kami bersama tim terus berusaha mengungkap penyebab terjadinya kematian korban. Penyelidikan secara intensif terus kami lakukan hingga saat ini,” terangnya.

Lanjut AKP Andra, ekshumasi ini juga untuk memberikan keadilan kepada korban dan pihak keluarganya. Selain itu, tujuan utamanya adalah untuk pemenuhan sejumlah alat bukti atau sebagian alat bukti secara forensik, sehingga penyebab kematian korban terungkap.

“Hasil dari ekshumasi dan autopsi ini masih me­nunggu tim forensik Polda Sumbar yang nantinya akan mempermudah kami dalam mengungkap pe­nyebab kematian korban. Proses ekshumasi melibatkan Dokter Forensik dari Biddokkes Polda Sumbar dibantu oleh Si Dokkes Polres Pessel,” tuturnya.

Selain itu, kata AKP Andra, dalam perkara ini, pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan oleh penyidik, mulai dari penjaga dan pemilik kebun, warga sekitar lokasi kejadian, keluarga korban dan lainnya.

Baca Juga  Komplotan Spesialis Pembobol Toko Bangunan Diciduk di wilayah Kota Bu­kittinggi, Bawa Mobil Pikap, Beraksi Malam Hari

“Kami terus berusaha untuk mengungkap pe­nyebab terjadinya kematian korban. Penyelidikan secara intensif terus kami lakukan hingga kasus ini terselesaikan,” terangnya.

Sebelumnya, warga di­ka­getkan dengan penemuan seorang warga meninggal dunia diduga karena sengatan listrik di sebuah kebun milik warga. Kapolsek IV Jurai, Iptu Edy Roszal mengatakan, anggota piket yang mendapatkan informasi tersebut lang­sung bergerak ke TKP dan menemukan korban dalam keadaan tertelungkup dalam kebun yang berjarak sekitar lima meter dari jalan.

“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Umum Daerah M. Zein, sekira pukul 02.00 untuk dilakukan tindakan medis dan tindakan lain sesuai SOP. Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia yang disebabkan tersengat arus listrik,” tutupnya. (rio)