METRO PADANG

Kepsek di Zona Merah Diajari Tangguh Hadapi Bencana

0
×

Kepsek di Zona Merah Diajari Tangguh Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini
SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA— Puluhan kepala sekolah dari tingkat SD, SMP dan MTsN yang berada di zona merah bencana, mengikuti Bimtek SPAB, di Balaikota Aiepacah, Senin (4/3).

 AIE PACAH, METRO–Musibah bencana alam yang belakangan ini sering terjadi memberikan dam­pak yang cukup besar ke­pada kehidupan masya­rakat termasuk pada pe­nyelenggaraan pendidi­kan. Oleh karena itu, pe­merintah pusat menilai perlu adanya pencegahan dan mitigasi bencana ka­rena kedua hal tersebut merupakan ruh kesiap­siagaan bencana.

Untuk memitigasi ben­cana, Kementerian Pen­didikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemen­dikbudristek), melalui Pera­turan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebu­da­yaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendi­dikan Aman Bencana (SPAB) berupaya men­do­rong keberlangsungan layanan pendidikan pada satuan pendidikan yang terdampak bencana.

Menanggapi Permen tersebut, Pemko Padang menggelar Bimtek SPAB yang dilaksanakan di Ba­laikota Padang. Sekda An­dree H. Algamar berharap, Bimtek tersebut mampu meningkatkan kemam­pu­an masyarakat dalam pe­nanggulangan bencana secara mandiri.

Sekda menyampaikan, beberapa poin dalam forum diskusi tentang pem­belajaran penanganan mu­sibah alam, yang meru­pakan hasil kerjasama an­tara Pemerintrah Kota Pa­dang dengan Badan Na­sional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut.

Baca Juga  Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri

“Kita harus bersama-sama berkomitmen dalam upaya penanganan ben­cana. Khususnya dari segi pencegahannya. Mulai dari hulu sampai hilir, kita harus bersama-sama bergerak,” ungkapnya, Senin (4/3).

Sekda juga memapar­kan bagaimana kesiapan Pemerintah Kota Padang melalui BPBD Kota Padang dalam merespon peristiwa kebencanaan, baik dari segi pencegahan maupun penanggulangan bencana yang sangat rentan terjadi berulang di tengah kondisi cuaca ekstrim saat ini.

“Terdapat empat hal penting yang perlu diper­hatikan dalam melakukan mitigasi bencana. Pertama, harus tersedia informasi dan peta kawasan rawan bencana. Yang kedua ada­nya sosialisasi. Setiap ka­te­gori bencana perlu ada­nya sosialisasi kepada ma­syarakat dalam rangka meningkatkan pema­ha­man serta kesadaran ma­syarakat dalam mengha­dapi bencana,” ulasnya.

Sementara, poin yang ketiga menurutnya, ma­syarakat harus menge­tahui apa yang perlu dila­kukan dan dihindari untuk memitigasi bencana. Selain itu masyarakat juga harus tahu cara menyelamatkan diri jika terjadi bencana yang datang sewaktu-wak­tu. Dalam poin yang ke­empat, sekda menyebut masyarakat harus tahu bagaimana mengatur pe­na­taan kawasan rawan bencana untuk mengu­ra­ngi ancaman bencana.

Baca Juga  Kerupuk Nasi Berborak Beredar, Tempat Produksi di Lumin Terancam Ditutup

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bim­tek yang dilakukan terse­but berlangsung selama dua hari yang diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari Ke­pala SD, SMP, MTsN yang berada di zona merah.

“Kita berharap para pe­serta bisa meng­im­ple­men­tasikan program SPAB se­cara mandiri dan ter­padu di berbagai satuan pendi­dikan yang ada di Kota Padang maupun wila­yah lain ter­dekat. Mari manfaat­kan bimtek ini se­ba­gai sara­na untuk mema­hami, bela­jar dari  nara­sumber yang telah memi­liki pengetahuan dan pe­ngalaman pelaksa­naan program SPAB. Se­hingga generasi muda yang bera­da di wilayah zona merah dapat tangguh dan siap menghadapi ancaman ter­ja­dinya bencana alam se­waktu-waktu,” pungkas­nya. (brm)