METRO SUMBAR

Apresiasi Kepedulian Aliansi BEM SB, Gubernur Mahyeldi Paparkan Hasil Kinerja serta Fokus Percepatan Pembangunan Sumbar ke Depan

0
×

Apresiasi Kepedulian Aliansi BEM SB, Gubernur Mahyeldi Paparkan Hasil Kinerja serta Fokus Percepatan Pembangunan Sumbar ke Depan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi kepedulian Aliansi Badan Eksekutif Mahasis­wa Sumatera Barat (BEM SB) terhadap perkemba­ngan pembangunan di Sum­bar. Selain itu, Gubernur menegaskan bahwa setiap masukan dari mahasiswa akan senantiasa men­jadi bahan evaluasi dalam u­paya mewujudkan Sumbar yang Unggul, Ma­dani, dan Berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Gu­bernur Mahyeldi saat menerima kunjungan audiensi Aliansi BEM di Ruang Rapat Istana Gubernur Sumbar, Jumat (1/3). Da­lam kesempatan itu, Gubernur dan mahasiswa fokus memperbincangan kinerja, capaian, serta rencana percepatan pemba­ngunan yang akan dilakukan oleh Pemprov Sumbar ke depan.

“Alhamdulillah, kami secara pribadi beserta seluruh jajaran Pemerintahan Daerah (Pemda) di Sum­bar mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas perhatian serta kepedulian mahasiswa yang terga­bung dalam Aliansi BEM SB, yang turut serta menyigi, mengawasi, dan mendu­kung percepatan kemajuan pembangunan di Sumbar,” ucap Gubernur mengawali paparannya.

Tentu saja, sambung Gubernur, segala masukan yang disampaikan oleh rekan-rekan mahasiswa, akan menjadi catatan penting bagi Pemprov Sumbar, dalam rangka mengevaluasi kinerja selama tiga ta­hun terakhir, serta mempersiapkan rencana strategis percepatan pembangunan Sumbar untuk masa yang akan datang. Agar, visi mewujudkan Sumatera Barat yang Unggul, Madani, dan Berkelanjutan, dapat terealisasi secara optimal.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menampung ber­bagai pertanyaan dari perwakilan Aliansi BEM, seperti pemaksimalan kawasan Masjid Raya Sumbar sebagai pusat penerapan falsafah Adat Basandi Sya­rak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), pem­ba­ngu­nan dan perbaikan infrastruktur jalan, kelangkaan pupuk, tingkat inflasi, tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya.

“Masjid Raya Sumbar adalah kebanggaan kita bersama, dan menjadi sa­lah satu ikon Ranah Minang. Terlebih dalam kompleks Masjid raya juga ada Gedung LKAAM, Gedung Bundo Kanduang, hingga Perpustakaan. Ke depan, juga akan kita ba­ngun Gedung MUI, pusat pendidikan, dan lain sebagainya. Sehingga, selain pusat keagamaan, kawa­san ini juga kita jadikan pusat kebudayaan dan pendidikan Islam,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, sambung Gubernur, Pemprov Sumbar telah melakukan kajian bersama perwakilan Kerajaan Arab Saudi, untuk membentuk kerja sama Sister Province. Ia berharap, langkah ini akan dapat mempercepat realisasi kawasan Masjid Raya Sumbar sebagai pusat pe­nerapan ABS-SBK, yang juga tindak lanjut dari pe­laksanaan amanat dalam Undang-Undang No. 17 tentang Sumatera Barat.

Ada pun terkait perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan, Gubernur Mahyeldi mengaku hampir setiap bulan berkeliling Sumbar untuk meninjau sarana jalan di seluruh kabupaten/kota, sekaligus juga meninjau sarana jembatan, irigasi, dan infrastruktur penting masya­ra­kat lainnya. Salah satunya, seperti peninjauan Jalan Lintas Payakumbuh-Sitangkai ruas Labuah Gunuang, di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang dilaporkan rusak cukup parah.

“Lalu setelah kita cek, ternyata penyebab kerusakannya karena jalan dilindasi oleh dump truck bermuatan 30 ton lebih setiap jam, yang jelas tidak sesuai dengan peruntukan jalan kelas III. Lalu, solusi yang diputuskan adalah, perusahaan pemilik truk kita min­tai pertanggungjawaban untuk memperbaiki. Akhir­nya, diperbaiki, dan tidak boleh lagi dilewati oleh kendaraan dengan tonase me­lebihi aturan 8 ton,” ucap Gubernur lagi.

Ada pun terkait ma­salah kelangkaan pupuk, Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa masalah itu bukan hanya terjadi di Sumbar, melainkan merupakan masalah nasional. Oleh karena itu, solusi tepat untuk mengatasi ma­salah itu adalah melakukan pengalihan ke pupuk substitusi. Pemprov Sumbar sendiri terus melatih masyarakat dalam pengolahan sampah menjadi pupuk organik, serta membudidayakan magot.

“Selain itu untuk me­nunjang produktivitas sektor pertanian, kita juga sedang fokus mensosialisasikan potensi atau peluang budidaya madu kelulut (galo-galo) dan madu apis, yang bisa menjadi bahan olahan propolis hingga sabun mandi. Kita sudah memberdayakan banyak petani hutan untuk berternak madu kelulut, sampai saat ini sudah mencapai 4.500 stup atau kotak sarang,” ujar Gubernur lagi.

Di samping itu, Gubernur Mahyeldi juga menerangkan perkembangan pertumbuhan ekonomi selama masa tiga tahun ke­pemimpinan dirinya bersama Wakil Gubernur Audy Joinaldy. Gubernur menerangkan bahwa secara umum Pertumbuhan Eko­nomi Sumbar tercatat me­ngalami peningkatan dari tahun ke tahun dan semakin merata.

Selain itu, sektor krusial lain yang menjadi perhatian utama Pemprov Sumbar adalah sektor pendidikan dan pengentasan daerah tertinggal. Gubernur menyebutkan, fokus pembangunan Unit Se­ko­lah Baru (USB) berupa SMA dan SMK sudah terealisasi beberapa unit di berbagai kabupaten di Sumbar. Ditargetkan, menjelang ta­hun 2025 Sumbar sudah memiliki 15 unit sekolah baru.

“Sementara itu terkait pengentasan daerah ter­tinggal, kita masih memiliki 8 desa tertinggal di Kabupaten Kepulauan Menta­wai. Kemarin, kita rapat koordinasi khusus langsung di Mentawai, bersama perwakilan 4 Kementerian, Instansi Vertikal di Sumbar, seluruh OPD Pemprov Sumbar, dan Pemkab Mentawai. Ini adalah upaya kita untuk menolkan jumlah desa tertinggal di Sumbar,” ucap Gubernur menutup. (fan)