SUDIRMAN, METRO–Tidak hanya harga beras, minyak goreng, cabai metah, dan tepung yang naik, tetapi juga harga ubi kayu ikut merangkak naik jelang memasuki bulan suci Ramadhan 1445 H tahun 2024 M. Kenaikan Ubi Kayu sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir dan dikeluhkan pelaku usaha keripik yang ada di Kawasan Tanjung Pauah Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.
Hal tersebut diungkapkan Aris, pemilik usaha berbagai macam keripik Merk Mega Super. Meskipun terjadi kenaikan harga ubi kayu, pelaku usaha menurut Aris tidak bisa berbuat banyak, sebab kebutuhan ubi kayu merupakan bahan pokok berbagai kebutuhan usahanya. Tiap minggunya kebutuhan ubi kayu mencapai ratusan kilogram.
“Harga ubi kayu naik dari biasanya yang hanya Rp. 2000 perkilogram kini naik jadi Rp. 2500 bahkan bisa lebih. Jelang Ramadhan memang segala kebutuhan naik,” ucap Aris, Kamis (29/2).
Ia juga menambahkan, akibat naiknya harga ubi kayu dan berbagai kebutuhan lainnya itu, berdampak pada keuntungan yang didapatkan pelaku usaha kian tipis, sebab untuk menaikkan harga jual saat ini belum bisa dilakukan.
“Dampak naiknya harga Ubi kayu, keuntungan yang didapatkan pelaku usaha kian tipis, sebab untuk menaikkan harga jual saat ini belum bisa dilakukan, apalagi kebutuhan lainnya juga naik, termasuk harga minyak Goreng curah,” sebut Aris.
Naiknya harga Ubi Kayu terjadi akibat kebutuhan ubi kayu yang juga meningkat jelang Ramadhan dan menyambut Lebaran Idul Fitri 1445 H, selain itu juga karena beberapa waktu sebelumnya banyak petani yang tidak lagi menanam ubi kayi akibat harga yang sempat anjlok. (uus)





