PDG.PARIAMAN, METRO–Warga Nagari Batu Kalang Utara Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman dihebohkan dengan penemuan mayat gadis remaja yang tergantung di kamar mandi sebuah rumah semi permanen, Kamis (29/2) sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat ditemukan, jenazah korban berinisial FAR (17) yang merupakan pelajar di salah satu SMA di Kota Pariaman, dengan kondisi leher yang dililit kain yang diikatkan ke kayu kuda-kuda atap kamar mandi. Hingga kini, belum diketahui penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu.
Kapolsek VII Koto Sungai Sariak Iptu Ardi Nefri membenarkan bahwa ada seorang wanita diduga gantung diri. Kejadian berawal saat korban pergi mandi ke salah satu rumah yang berada di depan rumahnya pada pukul 06.30 WIB, sebelum berangkat ke sekolahnya.
“Memang di sana tempat mandi korban biasanya, persiapan mandi untuk pergi ke sekolah. Pada saat itu, orang tua korban tidak merasa curiga dengan gelegat korban, karena seperti biasanya saja,” kata Iptu Ardi Nefri saat dikonfirmasi wartawan.
Hanya saja, karena sudah terlalu lama di kamar mandi, kata Iptu Ardi Nefri, orang tua korban yang takut anaknya terlambat ke sekolah, kemudian mendatangi kamar mandi sembari memanggil nama korban di luar pintu, tapi tidak menyahut.
“Takut anaknya kenapa-napa, orang tua korban masuk ke kamar mandi dan ternyata dibuat kaget melihat anaknya sudah dalam keadaan tergantung di salah satu kayu kamar mandi menggunakan kain yang di lilitkan ke leher,” ujar Iptu Ardi Nefri.
Iptu Ardi Nefri menuturkan, orang tua korban berteriak histeris dan memberitahukan kepada warga untuk memberikan pertolonan. Namun setelah diturunkan dan dicek, ternyata tubuh korban sudah kaku dan dipastikan sudah meninggal dunia.
“Warga melapor kepada kami setelah penemuan mayat. Anggota langsung meluncur kelokasi bersama Tim Medis Puskesmas Padang Sago Dr Rahmi Eka Putri untuk melakukan pemeriksan pada tubuh korban,” ungkap Iptu Adri Nefri.
Dijelaskan Iptu Ardi, setelah di lakukan pemeriksaan visum luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik maupun seksual, memang murni gantuang diri, dengan ciri-ciri sesuai keterangan dari dokter.
“Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima keadaan kematian tersebut dengan ikhlas dan tidak menuntut secara hukum yang berlaku. Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” tutupnya. (ozi)






