METRO SUMBAR

Keberadaan Pers dalam Mengawal KIP Sangat Penting

1
×

Keberadaan Pers dalam Mengawal KIP Sangat Penting

Sebarkan artikel ini
SILATURAHMI— Pertemuan silaturahmi antara PJKIP Sumbar dengan Komisioner KI Sumbar, Rabu (28/2).

PADANG, METRO—Eksistensi Komisi Informasi (KI) Provinsi Suma­tera Barat (Sumbar) pen­ting untuk menularkan urgensi ke tingkatan kabupa­ten/kota.  Dengan adanya kelembagaan KI di kabupaten/kota, keterbukaan informasi publik (KIP) semakin masif, upaya mendorong keterlibatan badan publik dalam memasya­rakatkan KIP juga bisa dilakukan berjenjang. Bahkan dimulai dari nagari, yang dikontrol oleh tingkatan kabupaten kota.

Hal ini ditekankan oleh Ketua Perhimpunan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Provinsi Sumbar Almudazir, saat pertemuan silaturahmi an­tara PJKIP Sumbar dengan jajaran KI Sumbar, Rabu (28/2).

“KI ampuh dalam pem­berantasan korupsi. Sangat ampuh! Sayangnya pemerintah masih terlihat setengah hati. Di kalangan pemerintahan, KI ini bisa jadi lembaga yang sangat tidak disukai,” sebut Almudazir didampingi oleh Penasihat PJKIP Sumbar, Isa Kurniawan dan Nov­rianto ‘Ucok’ (red-Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumbar), beserta insan pers.

Baca Juga  Kejari Tanahdatar Musnahkan BB Narkoba

Dikatakan Almudazir lagi, pihaknya berharap, KIP diperkuat pemerintah. Terkait ini juga, perlu dido­rong dibentuknya PJKIP ting­katan kabupaten/kota.

“Muaranya pembentukan KI  Kabupaten/Kota juga. PJKIP sendiri gunanya agar ada ruang bagi kawan wartawan dalam memasifkan keterbukaan informasi publik. PJKIP masuk lewat jurnalisnya. KI Sumbar masuk lewat pemerintahnya,” ujar Almu­dazir.

Ketua KI Sumbar Musfi Yendra, yang didampingi lengkap jajaran komisio­ner lainnya (Riswandy, Idham Fadli, Mona Sisca, dan Tanti Endang Lestari), menyatakan, pihak KI Sumbar sangat mendukung apa yang diperjuangkan oleh PJKIP Sumbar.

Baca Juga  KSDA Sumbar Sebut, Tidak Ada Aktifitas Ilegal Logging di Wilayah Hutan Konservasi Solok-Pessel

Menurut Musfi, kebe­radaan pers dalam me­ngawal KIP sangat penting, karena dari sudut pandang pers, objektivitas KIP terjaga.  Musfi mengakui, jajarannya memiliki pekerjaan rumah untuk mene­ruskan warisan positif yang telah ditanamkan oleh Komisioner KI Sumbar sebelumnya.

Disebutkan, amat ba­nyak kinerja positif yang ditinggalkan oleh para komisioner terdahulu, yang saat ini harus dijaga dan ditingkatkan.

Sementara, Isa Kurniawan menekankan, KI Sumbar punya tugas berat untuk mempertahan status Informatif provinsi ini.  “Ja­ngan sampai turun menjadi Menuju Informatif, atau lebih bawah lagi. KI Sumbar harus bekerja keras, karena menjaga prestasi adalah hal yang lebih berat lagi” ujarnya.(fan)