METRO SUMBAR

Bahas RKPD 2025, Pemkab Solsel Tegaskan 5 Isu Strategis Pembangunan

0
×

Bahas RKPD 2025, Pemkab Solsel Tegaskan 5 Isu Strategis Pembangunan

Sebarkan artikel ini
PENANDATANGAN BERITA ACARA—Bupati Solok Selatan Khairunas saksikan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum Konsultas Publik Perencanaan Awal RKPD Tahun Anggaran 2025.

PADANG ARO, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menetapkan lima isu strategis pemba­ngunan dalam penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2025. Perencanaan untuk tahun depan juga akan menjadi awal dari pe­rencanaan jangka panjang tahun 2025-2045 dan jangka menengah Nasional dan Daerah tahun 2025-2030.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan dalam menetapkan program dan kegiatan peme­rintah 2025, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan.

“Program dan kegiatan tahun 2025 harus menjadi pendorong utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,  peningkatan pen­dapatan daerah, serta mempunyai daya ungkit besar terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Khai­runas dalam pembukaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Solok Selatan 2025 di Hotel Pesona Alam Sangir, Senin (26/2).

Dirinya juga berharap agar dalam perencanaan dan penganggaran tahun mendatang, seluruh pemangku kepentingan bisa lebih kreatif ‘window’ pendanaan dari berbagai sumber. Dengan begitu, tak hanya program daerah saja yang berjalan, namun kegiatan yang dilakukan juga terintegrasi dengan program pemerintah pro­vinsi atau pemerintah pusat.

Baca Juga  Bupati Eka Putra Siap Berkolaborasi dengan Bung Hatta

Bupati juga mengha­rapkan keterlibatan peran dari seluruh pemangku kepentingan masyarakat dan dunia usaha dalam pelaksanaan pemba­ngunan di Solok Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda mengatakan dalam menetapkan perencanaan ini seluruh Kepala Dinas ha­rus jeli dalam ‘menjaring’ program nasional untuk dialokasikan ke Solok Selatan. Tentu saja harus disesuaikan dengan kebutuhan di daerah.

“Selain itu, RKPD 2025 ini akan menjadi masa tran­sisi pemerintah. Mu­dah-mudahan bisa berkelanjutan sehingga harus detail dibahas,” tegasnya.

Seperti diketahui, da­lam pencapaian indikator makro terus mengalami perbaikan, namun terda­pat beberapa permasalahan dasar yang masih harus diperhatikan dalam me­nyusun prioritas pemba­ngunan pada tahun 2025.

Beberapa hal tersebut antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, peningkatan pendapatan perkapita masyarakat, stabilisasi harga kebutuhan bahan pokok, peningkatan SDM pelaku ekonomi se­perti petani, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Baca Juga  BPKAD Pessel, DBH Pajak Provinsi Ke Pessel Baru 36 M dari 59 M Tahun 2023

Selanjutnya, peningkatan nilai tambah dan hilirisasi pengelolaan sumber daya alam, peningkatan tata kelola birokrasi  dan akuntabilitas kinerja pemerintahan, peningkatan kemampuan keuangan da­erah, dukungan infrastruktur dasar dan wilayah serta kualitas lingkungan hi­dup.

Untuk itu terdapat lima isu strategis pembangu­nan daerah yang telah ditetapkan, antara lain pe­ningkatan daya saing sumber daya, penguatan ke­tahanan sosial masya­rakat dan budaya, dan optima­lisasi pengelolaan dan sumber daya alam.

Kemudian juga termasuk penguatan tata kelola pemerintah dan penyediaan infrastruktur dan ling­kungan hidup.

Kelima poin tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam tema dan prioriitas pembangunan tahun 2025 mendatang, yakni ‘Pe­nguatan Ketahanan Sosial dan Persiapan Transformasi Ekonomi Untuk Mendukung Indonesia Emas 2045’.

Tema ini telah disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum Konsultas Publik Perencanaan Awal RKPD Tahun Anggaran 2025. (ped/rel)