Gol menit-menit akhir yang diciptakan Virgil van Dijk mengantarkan Liverpool merebut Piala Liga Inggris. The Reds mengalahkan Chelsea 1-0 pada partai final di Stadion Wembley, London, Minggu (25/1).
Liverpool perlu menunggu hingga menit ke-118 untuk memastikan kemenangan pada pertandingan itu lewat sundulan Van Dijk, demikian catatan EFL.
Itu trofi Piala Liga Inggris kesepuluh yang disabet Liverpool setelah terakhir kali meraihnya dua tahun silam pada musim 2021/2022. Liverpool mendominasi pertandingan dengan 54 persen penguasaan bola dan melepaskan total 11 tendangan yang enam di antaranya tepat sasaran.
Liverpool mendapatkan peluang terlebih dulu lewat sundulan Luis Diaz setelah menerima umpan Andrew Robertson. Namun, bola dihalau kiper Chelsea Djordje Petrovic.
Diaz kembali menciptakan peluang untuk Liverpool lewat tendangan keras. Tapi Petrovic kembali melakukan penyelamatan.
Chelsea tak tinggal diam. Mereka memiliki peluang lewat tendangan terarah Cole Palmer. Tapi diselamatkan kiper Liverpool Caoimhin Kelleher.
Menjelang babak pertama terakhir, Liverpool mendapatkan peluang emas lewat sundulan Cody Gakpo setelah menerima umpan Robertson. Sayang bola hanya membentur tiang gawang.
Pada babak kedua, Chelsea lebih dulu memberikan ancaman lewat tendangan Enzo Fernandez. Namun melenceng dari gawang Liverpool.
Giliran Liverpool mendapatkan peluang lewat tendangan Harvey Elliot. Tapi kali ini bola dapat diamankan Djordjevic.
Pada menit ke-60 Liverpool sukses membobol gawang Chelsea lewat gol Virgil van Dijk, namun dibatalkan VAR karena offside.
Chelsea kembali berupaya mencari gol lewat tendangan Alex Disasi, namun Kelleher datang menghalau. Hingga 90 menit berjalan, skor 0-0 untuk kedua tim bertahan.
Pada babak tambahan, Liverpool mendapatkan peluang terlebih dahulu melalui sundulan Jayden Danns yang dimentahkan Djordjevic. Liverpool terus menggempur lini pertahanan Chelsea sampai akhirnya membuahkan hasil pada menit 118.
Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Kostantinos Tsimikas, bola disambut sundulan mematikan Virgil van Dijk yang membobol gawang Chelsea untuk mengubah kedudukan 1-0.
Jurgen Klopp menyanjung sukses Liverpool menjuarai Piala Liga setelah mengalahkan Chelsea dalam final sebagai trofi paling istimewa dalam kariernya karena kesuksesan itu dicapai bersama pemain-pemain mudanya.
Kemenangan Liverpool itu dianggap sangat manis oleh Klopp karena terjadi pada saat klubnya dilanda badai cedera yang memaksanya menurunkan tim yang sangat tidak berpengalaman.
Bos The Reds menurunkan pemain berusia 20 tahun Conor Bradley dan Harvey Elliott sebagai starter, dan memasukkan Bobby Clark (19 tahun), James McConnell (19 tahun), Jayden Danns (18 tahun), dan Jarell Quansah (21 tahun) sebagai pemain pengganti.
Cedera telah membuat Klopp kehilangan Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold, Diogo Jota, Darwin Nunez, Alisson Becker, dan Joel Matip, sementara Ryan Gravenberch menjadi pemain senior terakhir yang cedera ketika ditandu keluar lapangan pada babak pertama final Piala Liga melawan Chelsea itu.
Berdasarkan situasi sulit ini, Klopp menilai trofi kejuaraan besar ketujuhnya dalam sembilan tahun menukangi Liverpool sebagai trofi yang paling berkesan dalam kariernya.
“Dalam lebih dari 20 tahun, ini adalah trofi paling istimewa yang pernah saya menangkan. Benar-benar hebat,” kata dia seperti dilaporkan AFP pada Senin (26/2).
“Saya bangga dengan semua orang yang terlibat dalam segala hal di sini. Saya bangga kepada akademi kami, saya bangga kepada para pelatih, saya bangga kepada banyak hal.”
Klopp menikmati setiap momen dari apa yang mungkin menjadi lawatan terakhirnya ke Wembley setelah menyatakan akan meninggalkan Liverpool akhir musim ini.
“Saya tak peduli dengan warisan saya. Saya di sini bukan untuk soal itu. Tak ada hubungannya dengan yang mungkin menjadi pertandingan terakhir saya di Wembley,” kata dia.
“Ini tentang melihat wajah bocah-bocah itu. Bagi saya ini adalah kenangan indah yang abadi,” pungkas Klopp yang menandaskan usia sama sekali bukan faktor penting dalam pertandingan. (jpg)






