PADANG, METRO —Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa – Sumatera Barat (BEM – SB) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) pada, Senin, siang (26/2). Aksi itu bertujuan untuk mengevaluasi tiga tahun kepemimpinan Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus tersebut meminta untuk bertemu langsung dengan Gubernur Mahyeldi untuk menyampaikan secara langsung aspirasi yang dibawanya. Namun, mereka tidak berhasil menemui orang nomor satu di Sumbar itu lantaran berada di luar kota.
Dalam orasinya, salah seorang mahasiswa mengatakan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy, telah gagal menunaikan 25 butir janji kampanye yang mereka sampaikan pada Pilkada 2019 lalu.
“Tiga tahun memimpin Sumbar, Gubernur dan Wakil Gubernur terbukti gagal mewujudkan visi misi dan janji janji kampanye yang pernah disampaikan kepada masyarakat,” ujar salah seorang demonstran dari mobil Komando.
Mahasiswa itu juga menyinggung janji Pemprov Sumbar yang ingin membangun Stadion Utama Sumbar. Namun nyatanya sampai saat ini stadion yang berada di kawasan Sikabu, Kabupaten Padangpariaman itu tidak kunjung rampung, meski proses pengerjaannya telah berjalan sejak tahun 2014 silam.
“Selain Stadion Utama Sumatra Barat (SUSB) yang masih tak jelas ujung pangkalnya , pembangunan Gedung Kebudayaan Sumbar sampai saat ini juga masih terbengkalai bahkan diwarnai bau amis korupsi,” jelasnya.
Kondisi ini, sambung orator tersebut, juga diperparah dengan lambannya progress pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru. Sementara di daerah pelosok Sumbar lainnya masih ada jalanan yang tidak tersentuh aspal.
“Misalnya saja di Pagadih Kabupaten Agam. Kegagalan ini mengindikasikan kepemimpinan Mahyeldi-Audy telah gagal mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan,” jelasnya.
Sementara, Presiden Mahasiswa BEM KM Unand, Firdaus, saat diwawancarai wartawan mengatakan bahwa mahasiswa kesal cukup kesal karena aksi demo yang dilakukan tidak pernah diterima oleh Gubernur.
“Selama tiga tahun menjabat tidak pernah beliau mau untuk turun membersamai aksi mahasiswa, itu yang sangat kita sayangkan, kita juga mempunyai data dan riset segala macamnya jadi jangan lah di rendahkan,” sambungnya.
Asisten perekonomian dan pembangunan Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi, terkait tidak hadirnya Gubernur membersamai mahasiswa saat aksi demo ini, mengatakan Gubernur bukan tidak mau membersamai mahasiswa, tetapi sedang ada dinas di luar Kota.
“Pemprov Sumbar tidak pernah menutup diri terhadap masukan dan saran, dan itu sudah kita jalani selama ini, dan demo hari ini pak gub dan wagub memang tidak ada di tempat hari ini,” katanya.
Arry juga mengatakan akan menyampaikan seluruh poin-poin yang menjadi tuntutan oleh mahasiswa tersebut ke Gubernur Mahyeldi. Selain itu, mahasiswa juga dijanjikan untuk bertemu dengan gubernur di hari Jumat, (1/3) mendatang. (brm)






