METRO SUMBAR

Sanggar Tari Seni dan Budaya San Alida, Pessel, Berikan Workshop Peserta Silek Padusi

1
×

Sanggar Tari Seni dan Budaya San Alida, Pessel, Berikan Workshop Peserta Silek Padusi

Sebarkan artikel ini

PESSEL METRO–Penyelenggara Sanggar Tari Seni dan Budaya San Alida, Kabupaten Pesisir Selatan, menggarap Festival Silek Padusi, dilaksanakan di Pantai Koto Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Minggu (24/2/2024).

Mematangkan penampilan Festival Silek Padusi Se – Sumatera Barat, hari ini peserta Silek Padusi diberikan pembekalan melalui Workshop. Sabtu (14/2/2024) dilaksanakan di room pertemuan Saga Murni Hotel lantai III Salido, Kecamatan IV Jurai.

Panitia Pelaksana Erviela Desarta, S.Sn mengatakan, workshop peserta Silek Padusi, dalam garapan Karya Tari Kreasi Minangkabau, di adakan Sanggar Tari Seni dan Budaya San Alida, bertujuan mematangkan persiapan bagi para peserta sebelum tampil pada Festival Silek Padusi.

Baca Juga  Dihadiri Bupati Hamsuardi dan Wabup Risnawanto, Batagak Kudo-kudo TPA/MDA Al-Mukhlisin Kampung Baru Nagari Bancah Kariang

” Beberapa materi tentang apa Silek Padusi, sejarah dan gerak tari kreasi Silek Padusi disampaikan narasumber pada peserta,” tegas Erviela Desarta, S.Sn.

Selain mengenalkan lagi budaya tari kreasi silek padusi Minangkabau pada generasi muda. Karena Silek Padusi penting untuk dipahami dan dipelajari di era seperti sekarang ini.

Dan, tanpa mengeyampingkan adat istiadat Minangkabau, kaum perempuan perlu memempelajari silek. Hal ini menjadi salah satu solusi dalam memimalisir kekerasan terhadap perempuan, ” sambungnya.

Baca Juga  Baznas Rehab Rumah Tidak Layak Milik Badrijon

” Kita berharap pada penampilan festival Silek Padusi bisa berjalan optimal, lancar dan sukses,” katanya.

Sementara itu pantuan posmetro dilokasi workshop, antusias peserta Festival Silek Padusi mendengarkan materi disampaikan para narasumber.

Apresiasi juga disampaikan salah seorang officeal kepada Sanggar Tari Seni dan Budaya San Alida, Kabupaten Pesisir Selatan, telah menggagas kegiatan ini. Ini positif, bagi generasi muda kita untuk memahami budaya Minangkabau.

Narasumber yang dihadirkan panitia pelaksana workshop dari Akademisi Yusfil, Budayawan Tradisi Pessel Bambang Sriyanto, Amd dan praktisi Erviela Desarta.( Rio)