PADANG, METRO–Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Sumbar dari Partai NasDem, HM Tauhid, mendatangi kantor KPU Sumbar, Rabu (21/2) untuk mempertanyakan penurunan secara drastis perolehan suaranya pada pemilu 2024 yang terpampang di situs resmi milik KPU, www.pemilu2024.go.id.
Kedatangan HM Tauhid sebagai Caleg DPRD Partai NasDem bersama tim adalah untuk melaporkan Info Pemilu di Situs KPU yang berisikan hasil perolehan suara caleg pada pemilu 2024 kemarin yang dinilai tidak benar dan akurat serta membuat kegaduhan bagi Caleg.
“Ada apa dengan sistem KPU, perolehan suara saya pada pukul 19.00 WIB hari Selasa masih di angka 3.925 an, namun satu jam kemudian menyusut menjadi 3.204, Akibat informasi ini terjadi kegaduhan di lingkungan keluarga saya dan pendukung yang sudah berjuang selama ini,” kata HM Tauhid, Rabu (21/2).
HM Tauhid juga meminta agar KPU memberikan penjelasan mengenai penurunan drastis dari perolehan suaranya dalam waktu satu jam. Ia juga menuntut info pemilu yang bikin gaduh itu agar di hentikan saja.
Pasalnya, dalam waktu satu jam saja, perolehan suaranya yang tercatat dalam situs Info Pemilu KPU untuk DPRD Sumbar dari Dapil Sumbar 1 bisa berkurang.
Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU tidak hanya bertanggung jawab untuk menjalankan Undang-Undang Pemilu, akan tetapi juga harus mematuhi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Oleh karena itu, KPU harus memberikan akses informasi yang terbuka dan transparan kepada masyarakat.
Sementara untuk hasil rekapitulasi hasil pemilu, KPU tetap berpegang dengan data yang ada di C hasil.
Usai datangi kantor KPU, HM Tauhid lanjutkan melapor pengaduannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumbar. Kedatangannya bersama Tim diterima staf Bawaslu Sumbar, Prima dan Firman di ruang Gakkumdu.
Dalam laporannya ke Bawaslu, HM Tauhid mengatakan, pada Selasa malam (20/2) pukul 22.00 WIB, perolehan suara saya di Info Pemilu KPU itu sebanyak 3.962 suara. Namun satu jam kemudian sekitar pukul 24.00 WIB di hari yang sama, perolehan suara saya di Info Pemilu itu turun menjadi 3204, artinya ada 758 suara yang hilang.
“Kenapa kejadian pengurangan perolehan suara caleg itu bisa terjadi, itu penyesatan. dari sisi apa perolehan suaranya bisa turun sebanyak 758 suara hanya dalam waktu satu jam saja dan TPS mana saja perolehan suaranya yang berkurang,” kata HM Tauhid kepada awak Media.
“Kalau info pemilu itu tidak benar kenapa harus dipertahankan oleh KPU, sebaiknya ditutup saja. Sebab ini bisa membuat kegaduhan bagi para caleg,” kata HM Tauhid.
HM Tauhid mengaku, kejadian yang penurunan suara membuat dirinya maupun Caleg lainnya merasa sangat dirugikan, bahkan HM Tauhid menilai ada Indikasi penggiringan opini publik. (fer)






