METRO PADANG

1 Maret, Pesantren Ramadhan 1445 Hijriah Dilaunching

0
×

1 Maret, Pesantren Ramadhan 1445 Hijriah Dilaunching

Sebarkan artikel ini
MOT PESANTREN— Bagian Kesra melakukan MOT Pesantren Ramadhan 1445 Hijriah, bersama perwakilan pengurus masjid, kepala sekolah, kelurahan serta Kementerian Agama Kota Padang, Selasa (20/2).

PADANG, METRO —Beberapa pekan jelang masuknya bu­lan suci Ramadhan, Bagian Kesejah­te­raan Rakyat (Kesra) Pemko Padang  me­ng­gelar Master Of Trainer (MOT) Pe­san­tren Ramadhan 1445 Hijriah, Selasa (20/2). Perwakilan pengurus masjid, ke­pala sekolah, kelurahan serta Kemen­te­rian Agama Kota Padang, ikut dalam ke­giatan rutin yang digelar setiap tahun itu.

Kabag Kesra Fuji Astomi, menga­ta­kan Pesantren Ramadhan tahun ini, Pemko Padang meng­ang­kat tema Wasilah untuk me­lahirkan calon pemim­pin yang islami dan ber­akhlak di Kota Padang.

“Dengan tujuan untuk membiasakan akhlak mulia serta pembiasaan untuk mencintai rumah ibadah menjadi dasar yang kuat perlunya dilakukan pesantren ramadhan baik di ting­kat SD, maupun SMP, dan didukung dengan kebijakan dari Pemerintah Pro­vinsi Sumbar tingkat SMA juga melakukan Pesantren Ramadhan di rumah iba­dah,” katanya.

Dia juga menekankan, sejatinya Pesantren Ramadhan adalah kegiatan keagamaan yang tidak hanya dilakukan umat mus­lim, tetapi bagi siswa non muslim juga akan diarahkan untuk berkegiatan di rumah ibadah masing-masing.

“Jadi kebijakan Pesan­tren Ramadhan ini tidak merupakan intolerannya Kota Padang, beberapa waktu lalu kita sedikit ter­gelitik dengan adanya release publik yang menyatakan bahwa Kota Padang adalah Kota yang intoleran, yang disebabkan oleh banyaknya kebijakan pemerintah yang berbau islami,” kata Fuji Antoni.

Dia menyebut ini adalah hal yang harus diluruskan, karena menurutnya bagi pelajar yang non muslim juga dapat melakukan kegiatan keagamaan sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya masing-masing.

Ramadhan tahun ini, Pemko Padang berencana menggelar selama 17-20 hari, yang akan dibuka pada 14 Maret 2024 secara serentak di masjid dan mushalla masing-masing. Pemko akan melakukan launching pada 1 Maret mendatang.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan acara untuk melaunching nya, karena Pesantren Rama­dhan adalah perpindahan proses pembelajaran dari sekolah ke rumah-rumah ibadah.

Fuji melanjutkan, Wako Hendri Septa telah mewanti-wanti bahwa pada saat kegiatan iktikaf di mesjid nanti, peserta didik wajib didampingi oleh orangtuanya masing-masing.

“Kita ingin masyarakat Kota Padang itu sama-sa­ma iktikaf, tidak hanya anaknya saja, tetapi juga orang tua, kita menanamkan rasa malu jika anak tidak membawa orang tuanya, yang merupakan kiasan dari malu anak jika tidak membawa orang tua ke syurga,” katanya.

Menurutnya, tahun ini penyelenggaraan Pesantren Ramadhan ada sedikit perbedaan dengan tahun sebelumnya. Dimana dilakukan selang seling antara teori dan praktik, dan tidak hanya terpaku pada skor nilai yang diperoleh siswa.

“Tahun ini kita melakukan perbaikan pola Pesantren Ramadhan sesuai dengan kebijakan nasional yakni kurikulum merdeka, yang menjadi nilai adalah kualitas bukan skor nilai lagi, tetapi kita akan me­la­kukan selang seling antara teori dan praktik, tidak ada lagi ujian yang ada adalah panen karya di akhir pesantren nanti,” katanya. (brm)