METRO PADANG

DPD Kritik Lambannya Pembangunan Terminal Tipe A

0
×

DPD Kritik Lambannya Pembangunan Terminal Tipe A

Sebarkan artikel ini

SUDIRMAN, METRO – Lambatnya pembangunan Terminal Tipe A di Anakaia, Kecamatan Kototangah, yang merupakan kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar mendapat kritikan dari Anggota MPR-RI Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Kelompok DPD masa bakti 2014-2019, Hermal Darnel Ibrahim.
“Seharusnya ketika anggarannya ada, tanahnya juga sudah jelas, memang mestinya tidak ada masalah (pembangunan terminal tipe A Anakaia),” kata Doktor jebolan ITB bidang energi dan ketenagalistrikan ini, Jumat (15/2) saat dihubungi.
Persoalan pembangun terminal tersebut, kata Mantan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ini, dapat menjadi cacatan khusus bagi dirinya untuk mendorong DPD agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat pembangunan yang saat ini belum menunjukan hasil memuaskan.
“Baik, saya nanti akan coba memberikan masukan (kelanjutan terminal) ke DPD, kebetulan saya nanti juga punya jalur ke Kemenhub. Karena kan mereka punya akses untuk pengawasan (terminal) ini,” kata mantan Direktur Transmisi dan Distribusi PT PLN (Persero) ini.
Terkait pembangunan terminal Tipe A ini, Pengamat Transportasi dari Universitas Andalas (Unand), Yosaffra berpendapat, agar pemerintah lebih memfokuskan akses menuju lokasi terminal tersebut. Terminal merupakan awal dan akhir dari penumpang yang menggunakan transportasi darat.
“Jika, Pemko Padang benar-benar akan membuat terminal tipe A di Anakaia, maka akses menuju ke lokasi itu harus dipikirkan. Kata kunci dari terminal itu jelas jaringan trayek, terutama transportasi menuju ke terminal Anakaia itu,” kata Yosaffra.
Pembangunan terminal Tipe A ini juga turut dapat tanggapan dari masyarakat. Calin (37), warga Anakaia mengatakan, progres pembangunan terminal baru sebatas penimbunan area. Belum tampak tanda-tanda akan dilakukan pembangunan gedung terminal. Dia berharap dapat mengatasi bus-bus yang ngetem di sepanjang Jalan Hamka, Air Tawar depan Kampus UNP.
“Berharapnya bisa mengatasi macet lah. Karena keberadaan bus-bus di sana menjadi pemicu terjadinya kemacetan di sepanjang jalan tersebut, hampir setiap sore (macet),” kata Calin.
Seperti diketahui, pada 2019, Pemko menganggarkan Rp79,5 miliar dengan biaya dari APBN untuk membangun terminal tipe A dengan tanah seluas 4,5 hektare (Ha). Berdasarkan fungsi pelayanannya, terminal penumpang diklasifikasikan ke dalam tiga-tipe terminal PP RI No.43 tahun 1993).
Terminal penumpang Tipe A, yaitu yang berfungsi melayani kendaraan penumpang umum untuk angkutan antar kota antar propinsi (AKAP), angkutan lintas batas antar negara, angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan kota (AK) serta angkutan pedesaan (Ades). (mil)