PEMUDA, METRO – Bank Nagari Cabang Utama mencatat profit atau laba pada tahun 2018 senilai Rp170 miliar. Jumlah itu tumbuh 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 lalu.
“Pada tahun lalu (per Desember 2017) laba yang kami peroleh sebanyak Rp154 miliar dan naik secara signifikan Rp170 miliar. Sementara laba yang ditargetkan sekitar Rp158 miliar. Pada tahun ini, kami menargetkan perolehan laba sebanyak Rp186 miliar,” kata Pemimpin Bank Nagari Cabang Utama, Irwan Zuldani di Padang, Jumat (15/2).
Terungkap pula total aset Bank Nagari Cabang Utama menembus angka Rp3,4 triliun (2018), sebelumnya (2017) Rp2,9 triliun. Jadi aset bertumbuh 16,5 persen dan sebelumnya ditargetkan Rp3,3 triliun.
Disebutkan, kredit yang disalurkan dari Rp1,580 triliun (2017) menjadi Rp1,640 trilun (2018), penyaluran kredit yang ditargetkan senilai Rp1,7 triliun. Penyaluran kredit produktif atau komersil tahun 2018 bertumbuh Rp82 miliar atau naik 37 persen dibandingkan tahun 2017.
Sedangkan kredit konsumtif minus Rp20 miliar.
”Secara umum kredit bertumbuh dari 14 persen menjadi 18,5 persen. Pada tahun 2019, kredit ditargetkan tumbuh 8,5 persen atau sekitar Rp140 miliar. Kami menargetkan kredit produktif tumbuh 26 persen dan kredit konsumtif 4 persen,” harapnya.
Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sebanyak Rp3,2 triliun (2018) atau bertumbuh Rp400 miliar, tahun 2017 DPK yang diperoleh senilai Rp2,8 triliun. Target yang ditetapkan Rp3,3 triliun. “Pada tahun ini, DPK ditargetkan dari Rp3,2 triliun menjadi Rp3,4 triliun,” tuturnya.
Menurutnya, nasabah yang paling banyak adalah nasabah tabungan. Nasabah pada tahun 2017 sekitar 180.000 nasabah dan pada tahun 2018 naik menjadi 213.000 nasabah.
Irwan juga menyebutkan kualitas Non Perfoming Loan (NPL – kredit bermasalah) makin membaik. Pada 2017, NPL kredit produktif sebesar 18,7 persen dan pada tahun 2018 turun menjadi 12,49 persen. NPL gabungan juga turun, dari 3,12 persen (2017) menjadi 2,75 persen (2018).
“Dengan menurunnya angka NPL ini menggambarkan kualitas kredit Bank Nagari Cabang Utama membaik,” jelas Irwan.”Membaiknya kinerja ini tidak terlepas dari semua dukungan stakeholders, seluruh karyawan Bank Nagari Cabang Utama dan masyarakat,” katanya.
Bagaimana strategi Bank Nagari Cabang Utama meningkatkan kinerjanya pada tahun ini? Irwan menjelaskan, berbagai upaya akan dilakukan untuk menggenjot kinerja, seperti menghimpun calon nasabah baru sebanyak-banyaknya, mempertahankan nasabah lama, menggali informasi ke mitra Bank Nagari untuk mengajak mitra lain menjadi mitra Bank Nagari.
“Mengintensifkan pemasaran kredit, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dimana program tersebut adalah upaya pemerintah agar masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah yang layak huni, serta peningkatan pelayanan prima,” katanya. (r)





