PASBAR,METRO–Kasus pembunuhan wanita paruh baya yang ditemukan tewas bersimbah darah di barak permanen karyawan PT Gersindo Minang Plantation (GMP) Tanjung Pangkal, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), masih terus diusut oleh Polisi.
Hingga kini belum diketahui identitas pelaku yang tega menghabisi nyawa korban termasuk motifnya. Sementara, jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang untuk dilakukan autopsi demi kepentingan penyelidikan.
“Kasus itu masih proses penyelidikan. Kami masih berkoordinasi dengan pihak RS Bhayangkara Padang, yang sedang melakukan autopsi terhadap jenazah korban RT (61),” kata Kapolres Pasbar AKBP Agung Tribawanto kepada wartawan, Jumat (16/2).
Dijelaskan AKBP Agung, sembari menunggu hasil autopsi, jajaran Satreskrim juga terus bekerja melakukam penyelidikan dengan mengumpulkan saksi-saksi dan informasi lainya, agar perkara dugaan pembunuhan ini terungkap dan pelakunya ditangkap.
“Kita harap kawan-kawan wartawan agar bersabar dulu, karena kita akan mengungkap apa motif dan siapa dalangnya atas kasus ini,” ujar AKBP Agung.
Sebelumnya, warga penghuni barak permanen karyawan PT Gersindo Minang Plantation (GMP) Tanjung Pangkal, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, dibuat gempat dengan penemuan mayat perempuan yang tergeletak bersimbah darah, Kamis (15/2) sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat ditemukan, kondisi perempuan paruh baya berinisial RT (61) sangat mengenaskan. Pada tubuhnya penuh dengan luka dan darah berceceran di dalam barak yang dihuni korban bersama suaminya. Bahkan, di lantai teras barak ada darah korban yang menempel bebentuk tapak sepatu.
Tak lama berselang, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pasaman Barat (Pasbar) datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Padang untuk diautopsi. Polisi pun menduga korban RT tewas akibat dibunuh.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, setelah mendapat laporan adanya penemuan mayat itu, jajaran Satreskrim Polres dan Polsek melakukan olah TKP sekaligus mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mengungkap kasus itu.
“Sejauh ini, dari hasil olah TKP yang sudah dilaksanakan, korban diduga dibunuh. Dugaan itu diperkuat adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Untuk memastikan penyebab kematianya, terhadap jenazah korban akan dilakukan autopsi,” kata AKBP Agung saat dikonfirmasi wartawan. (end)






