PURUS, METRO–Kondisi Tugu Merpati Perdamaian di Pantai Purus Padang disoroti Komandan Lantamal II Padang Laksamana Pertama TNI Syufenri, beberapa waktu lalu. Danlantamal menyentil, kondisi Tugu Merpati Perdamaian sudah tidak terawat. Sampah banyak berserakan, pedagang berjualan tidak tertata.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pariwisata menyatakan akan siap berkoordinasi dengan Lantamal II Padang. Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani mengatakan bahwa kepemilikan aset tersebut awalnya adalah milik TNI Angkatan Laut. Terkait hal tersebut pihak Pemko siap membicarakan dengan TNI AL tentang bagaimana baiknya.
“Awalnya ini merupakan aset milik TNI AL, juga ada poskonya di sana. Saya mengira itu dikelola langsung TNI AL. Saya menjabat sebagai kepala dinas baru kurang lebih enam bulan, kami siap membicarakan dengan pihak TNI AL,” kata Yudi, Kamis (15/2).
Menurutnya, Pemko akan membicarakan tentang bagaimana tata bentuk yang bagus di Tugu Merpati Perdamaian tersebut. Dia juga mengakui bahwa saat ini memang banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) berdagang di kawasan bersejarah bagi TNI AL tersebut.
Diketahui, pada tahun 2016 lalu, Angkatan Laut di seluruh dunia mendatangi Kota Padang, tepatnya di kawasan pantai Padang untuk menjalani latihan gabungan atau yang lebih dikenal Mul-tila-teral Naval Exercise (Menek).
“Intinya kami siap berdiskusi dan berkoordinasi dengan pihak Lantamal tentang bagaimana bagusnya tugu merpati perdamaian yang menjadi icon sejarah bagi TNI AL tersebut,” katanya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa, Komandan Lantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Syufenri, menyoroti kondisi Tugu Merpati Perdamaian sudah tidak terawat lagi, hal tersebut diungkapkannya saat meninjau langsung Tugu Merpati Perdamaian pada, Minggu (11/2).
Menurutnya, selain sebagai destinasi pariwisata di Kota Padang, Tugu Merpati Perdamaian juga merupakan sebuah bukti sejarah bahwa beberapa Angkatan Laut sedunia pernah bersatu dalam melakukan latihan gabungan.
“Kondisinya saat ini, ada kesan tidak terawat. Padahal tugu ini meru-pa-kan sa-lah satu ke-bang-gaan warga kota. Ingat, Tugu Merpati Perdamaian, ingat kita pada tahun 2016, diadakan Multilateral Naval Exercise atau Menek,” ujar Dan lan tamal II Laksamana Pertama TNI Syufenri.
Danlantamal saat peninjauan juga didampingi Asisten Intelijen Kolonel Marinir Martua Sitompul beserta para Kepala Dinas Kadis. Ia menyampaikan beberapa pesan, di antaranya Tugu Merpati Perdamaian merupakan bagian dari sejarah TNI Angkatan Laut di Kota Padang, seharusnya lebih terawat.
Menurutnya, lingkungan sekitar harus bersih dari tumpukan lapak-lapak pedagang. Selain itu, juga banyak parkir sepeda lis-trik yang disewakan peda-gang. “Tugu Merpati Perdamaian harus steril dari sam-pah yang masih berserakan dan para pedagang liar,” tegas Danlan-ta-mal.
“Kita minta Pemerintah Kota Padang peduli terha-dap kondisi ini,” tukasnya. (brm)






