PADANG, METRO–Angin kencang yang melanda Kota Padang pada Senin siang (12/2) menyebabkan pohon-pohon bertumbangan di belasan lokasi berbeda. Kondisi terparah terjadi di jalan S Parman dan kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.
Berdasarkan data yang dilaporkan BPBD Kota Padang, setidaknya ada 19 titik pohon tumbang yang terjadi baru-baru ini, yang disebabkan oleh angin kencang. Pohon yang tumbang menyebabkan terhambatnya akses jalan dan menimbulkan kerusakan pada rumah warga hingga tiga mobil rusak berat.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, menanggapi puluhan titik lokasi pohon tumbang tersebut, personil gabungan tim reaksi cepat (TRC) dari BPBD, Damkar, dan DLH telah diturunkan untuk melakukan evakuasi maupun pembersihan pohon tumbang tersebut.
“Paling parah terjadi di jalan S Parman, tepatnya di simpang DPRD Provinsi Sumbar, yang menyebabkan dua unit mobil yang melintasi jalan tersebut tertimpa dan mengalami kerusakan yang cukup parah. Tidak hanya itu, penumpang yang ada di dalam mobil tersebut harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” kata Hendri.
Pantauan POSMETRO di lapangan, terlihat pohon yang berukuran besar jenis lansano yang memiliki panjang sekitar 30 meter tersebut menghantam dua unit mobil sampai ringsek. Selain itu, petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, dan BPBD Kota Padang berjibaku mengevakuasi pohon tersebut.
Akibat tumbangnya pohon tersebut lalu lintas di jam ramai tersebut sempat terhenti dan menyebabkan kemacetan yang cukup panjang. Sehingga Tim TRC gabungan harus mempercepat langkahnya untuk mengevakuasi pohon tersebut sehingga jalan kembali dapat dilalui oleh masyarakat.
Pohon tersebut tampak tercabut dari akarnya dan tumbang ke arah jalan. Oleh karena kejadian tersebut terjadi begitu cepat, dua mobil nahas yang saat itu melewati jalan bawah pohon tersebut tertimpa pohon. Selain itu, kabel listrik dan papan iklan juga ikut rusak.
“Pohon tersebut berjenis lansano, dengan ukuran panjang sekitar 30 meteran dan bentang sekitar 2 meter. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan korban luka-luka ,” kata Hendri Zulviton di lokasi.
Lanjutnya, penyebab pohon rindang tersebut tumbang adalah karena usia yang sudah tua dan disebabkan oleh angin kencang, sehingga akar tidak mampu menahan bobot sendiri pohon tersebut. Diperkirakan pohon tersebut tumbang pada pukul 11. 20 wib.
Sementara itu, di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, juga dilaporkan satu pohon tumbang yang menimpa sebuah angkot berwarna ungu. Sehingga angkot tersebut mengalami kerusakan berat. BPBD yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap pohon tersebut.
“Angkot yang dikemudikan oleh Azwi Amra tersebut ditimpa oleh pohon berjenis kedondong dengan diameter 1 meter dengan panjang 20 meter mengenai dibagian tengah kendaraannya, beruntung tidak ada korban jiwa, namun untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 25 juta,” tutupnya. (brm)






