PESSEL METRO–Mengerikan. Perkelahian maut yang melibatkan ayah tiri dan anak tirinya terjadi di Kampung Kapencong, Kenagarian Kapencong Lubuk Gambir, Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (11/2) sekira pukul 00.30 WIB.
Akibatnya, sang ayah tiri bernama Ali Mardi (50) meninggal dunia akibat kepalanya dihantam menggunakan balok kayu. Sedangkan anak tirinya Yoko (25) mengalami luka bacok pada bagian wajah dan lengan tangannya hingga harus mendapatkan perawatan medis.
Tragedi berdarah itu sempat membuat gempat warga setempat hingga berdatangan ke lokasi. Tak lama berselang, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pessel bersama jajaran Polsek Bayang juga datang untuk melakukan olah TKP lalu mengamankan Y untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Bayang, AKP M Thamrin mengatakan, perkelahian bermula saat Ali Mardi mendatangi rumah nenek Yoko pada Sabtu (10/2) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Ali Mardi datang untuk mencari istrinya yang merupakan ibu kandung dari Yoko.
“Saat mencari istrinya, korban bertanya kepada Yoko, namun pelaku tidak menyahut. Setelah tidak menyahut, korban pergi. Namun, sekira pukul 00.30 WIB pada Minggu (11/2), korban kembali datang ke rumah nenek Yoko,” ungkap AKP M Thamrin.
AKP M Thamrin menjelaskan, ketika datang kedua kalinya, korban langsung mengarahkan pisau ke arah dada pelaku. Namun, pelaku berhasil mengelak sehingga pisau mengenai lengan tangan kirinya hingga mengalami luka robek yang cukup dalam.
“Dalam kondisi terluka dan merasa terancam, pelaku mencoba lari keluar rumah, sehingga terjadi perkelahian antara korban dan pelaku. Sehingga, kedua lengan pelaku dan wajahnya pun terkena bacokan pisau dari korban,” jelas AKP M Thamrin.
Seelah mengalami luka pada wajah dan lengannya, kata AKP M Thamrin, pelaku mengambil sebuah kayu balok dengan niat membela dirinya. Pelaku pun langsung memukul kepala korban hingga membuat korbn terkapar bersimbah darah.
“Korban ini usai membacok pelaku, dibalas oleh pelaku menggunakan balok kayu dan mengenai kepala korban. Akibatnya, korban jatuh ke tanah dengan posisi tertelungkup dan mengeluarkan banyak darah. Warga yang melihat kejadian itu langsung melarikan keduanya ke Puskesmas,” katanya.
AKP M Thamrin menuturkan, setelah korban dibawa ke Puskesmas, tim medis yang sudah melakukan pemeriksaan menyatakan korban sudah meninggal dunia. Sedangkan pelaku dibawa ke rumah sakit lantaran mengalami banyak luka robek pada bagian wajah dan lengannya.
“Pelaku kami amankan setelah mendapatkan perawatan medis. Pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif terkait kejadian ini. Sedangkan jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga di Nagari Koto Ranah, untuk dikebumikan,” tutupnya. (rio)






