BERITA UTAMA

Berkat Peran dan Kontribusi TP PKK, Kualitas Ketahanan Keluarga di Sumbar Mulai Membaik

0
×

Berkat Peran dan Kontribusi TP PKK, Kualitas Ketahanan Keluarga di Sumbar Mulai Membaik

Sebarkan artikel ini
PETIK BUAH—Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Ketua TP PKK Sumbar, Ny Hj Harneli Mahyeldi mengedukasi anak mengenal lingkungan dengan mengajarkan memetik buah.

PADANG, METRO–Permasalahan stunting, perceraian, kekerasan terhadap perempuan dan anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menjadikan ke­tahanan keluarga meng­hadapi tantangan yang cukup berat saat ini.

Kondisi ini mendapat perhatian khusus Peme­rintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) di bawah kepemimpinan Gu­benur Mahyeldi Ansha­rullah dan Wakil Gubernur (Wagub) Audy Joinaldy. Pasalnya ketahanan ke­luar­ga sangat mempe­ngaruhi lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) ber­kualitas. Terutama mewu­judkan generasi emas 2045.

Untuk menghadapi tan­tangan ketahanan keluar­ga saat ini, Pemerintah Pro­vinsi Sumatera Barat (Pem­prov Sumbar) terus me­ningkatkan kinerja de­ngan bersinergi dan berko­labo­rasi dengan berbagai pihak untuk kemajuan daerah.

Upaya dan kerja keras tersebut dibuktikan dengan hasil Indeks Pembangunan Ketahanan Keluarga (IBang­ga) terus berkem­bang ke arah yang lebih baik.  “Indikator kualitas ketahanan keluarga diukur dengan IBangga. Pada ta­hun 2022, IBangga Sumbar mencapai 53,54 persen. Capaian itu mengantarkan Sumbar sebagai wilayah dengan status pemba­ngu­nan keluarga berkem­bang,” ujar Gubernur Sum­bar Mahyeldi Ansharullah, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perem­pu­an Perlindungan Anak Pe­ngendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar, dr. Herlin Sridiani Mkes.

Dia menjelaskan, IBang­ga merupakan indeks pe­ngukuran kualitas ke­luarga yang ditujukan me­lalui tiga dimensi yaitu ketentraman, kemandirian dan keba­ha­giaan keluarga. Dari tiga dimensi tersebut, ada 17 variabel yang me­nentukan ketahanan keluarga.

Pada dimensi keman­dirian misalnya, harus dili­hat dalam satu keluarga itu mengkonsumsi maka­nan yang beragam leng­kap de­ngan asupan protein, kar­bohidrat, vitamin dan lain­nya. Minimal tiga kali dalam sehari. Keane­kara­gaman makanan ini sangat penting untuk asu­pan gizi menga­tasi stunting.

Sementara, dimensi kemandirian, harus dilihat dalam keluarga tersebut ada satu anggota keluara yang memiliki penghasilan yang mencukupi kebutu­han keluarga. Jika keluarga itu sejahtera dari segi peng­haslan, maka asupannya gizinya bagus. Selain itu keluarga tersebut juga ha­rus memiliki jaminan kese­hatan.

“Kalau sakit sudah punya jaminan berobat. Ada BPJS dan jaminan lain­nya kalau hamil dan sakit. Jika sakit sudah diobati, maka tidak ada lagi sun­ting,” terangnya.

Baca Juga  Api Mengamuk di Jalan Mandala, Kecamatan Nanggalo, 5 Rumah Ludes,  Seorang Kakek Meninggal

Sedangkan dimensi ke­tentraman, keluarga punya legalitas, akte kelahiran, Kartu Keluarga (KK), KTP dan lainnya, untuk pe­me­nuhan hak sipil anak. Jadi anak dalam keluarga punya legalitas identitas.

Berikutnya dimensi ke­ba­hagiaan, ada keterli­batan keluarga dalam kehi­dupan sosial masyarakat, saling berinteraksi dengan lingku­ngan sosial untuk memini­malisir terjadinya kekera­san terhadap pe­rem­puan dan anak. Selain itu, juga ada waktu untuk bersama keluarga berkumpul.

Terkait ketahanan ke­luarga, Sumbar telah me­raih predikat provinsi layak anak (Provila), hal itu dibuk­tikan dengan adanya pe­rang­kingan di kabupaten/kota, untuk yang menepati tiga besar yaitu Kota Pa­dang, Sawalunto dan Pa­dangpanjang. Secara ke­seluruhan, kualitas keta­hanan keluarga terus me­ningkat setiap tahun.

Dijelaskannya, ketaha­nan keluarga pondasi keta­hanan nasional karena keluarga sebagai sistim makro, mempengaruhi sis­tem yang lebih besar yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu ketahanan keluarga sangat penting dilakukan.

Faktor yang mem­pe­ngaruhi ketahanan keluar­ga antara lain jumlah ang­gota, lama menikah, dan tekanan ekonomi. Pemba­ngunan keluarga merupa­kan suatu upaya untuk me­wujudkan keluarga berkua­litas melalui pembinaan ketahanan dan kesejahte­raan keluarga.

Kepala DP3AP2KB Sum­bar dr Herlin Sridiani mengatakan, untuk me­wujudkan ketahanan ke­luarga harus melibatkan seluruh pihak. Baik itu lintas Organisasi Perangkat Dae­rah (OPD) instansi vertikal maupun stakeholder. Na­mun, yang sangat berpe­ran penting turun dan ber­sentuah langsung ke te­ngah masyarakat menga­tasi berbagai masalah ke­tahanan keluarga adalah Tim Penggerak Pember­dayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumbar.

TP PKK ini melalui program dan kegiatannya ber­dampak cukup signifikan terhadap terciptanya keta­hanan keluarga berkua­litas. Salah satunya dalam sosia­lisasi pemenuhan asu­pan anak agar terhin­dar dari stunting. TP PKK terlibat dalam satu tim yang disebut dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mem­bantu ketahanan keluarga terutama kesehatan.

Dalam tim ini ada kader TP PKK, posyandu dan bi­dan kelurahan atau desa. TPK kerjanya men­dampingi keluarga bere­siko, seperti ibu hamil bere­siko keku­rangan darah, hipertensi da lainnya. Tim ini men­dam­pingi ibu hamil ini sampai melahirkan normal.

Baca Juga  Mobil Avanza Tabrak Truk hingga Terbalik, Sopir dan Penumpang Terluka

“Kerja TP PKK  sangat terintegrasi dengan kabu­paten/kota lainnya, salah satu hal yang menjadi kam­panye TP PKK dinilai stra­tegis adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam bahan makanan dalam upaya pemenuhan gizi,” katanya.

Dia mengatakan TP PKK sangat membantu peme­rintah daerah dalam mewu­judkan ketahanan keluarga, baik dalam sosialisasi hing­ga program-program stra­tegis lainya.

Tidak hanya mengatasi masalah stunting, DP3AP2KB Sumbar juga berencana mengandeng TP PKK untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga, de­ngan mengutamakan upa­ya pencegahan, pemetaan akan dilakukan menyasar kelompok berisiko men­dapatkan kekerasan.

“Peranan PKK dalam menjaga keutuhan keluar­ga sangatlah penting. PKK mesti bisa membimbing keluarga dalam menjaga keutuhan. Hal ini juga me­ngamanatkan adanya pe­ningkatan peran perem­puan kedepannya, yang sangat berguna dalam membangun karakter anak-anak di rumah dan di masyarakat,” katanya.

Terkait ketahanan ke­luar­ga, Ketua Tim Pengge­rak PKK Provinsi Sumbar Harneli Mahyeldi me­nyam­paikan peranan pe­rem­puan kunci kesuksesan dalam sebuah keluarga. Karena itu mereka perlu memiliki wawasan yang luas agar upaya untuk me­wujudkan keluarga sehat dan sejahtera dapat ter­wujud di Sumbar.

TP PKK memiliki 10 program pokok, antara lain, penghayatan dan penga­malan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan, tata laksana rumah tangga, pendidikan, keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan pe­rencanaan sehat, katanya mengingatkan. Selain itu, persoalan pada masya­rakat juga pasti berkem­bang setiap masa, TP PKK juga dituntut merespons setiap perkembangan itu, seperti upaya penurunan angka stunting.

Ia meyakini, kaum pe­rempuan sebenarnya me­miliki potensi untuk bisa berperan lebih dalam se­buah keluarga, tidak hanya menjadi sosok ibu tetapi juga dapat membantu pen­dapatan keluarga. Itulah yang harus disampaikan kelompok dasawisma ke­pa­da masyarakat. “Pema­haman akan berbagai po­tensi sosok perempuan dalam keluarga, perlu men­jadi bagian dari materi kelompok dasawisma saat mengedukasi masyara­kat,” imbuh Harneli Mah­ yeldi. (AD.ADPSB)