PADANG, METRO–Diduga terlibat aksi tawuran bersama teman-temannya, tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) diamankan jajaran Polsek pauh di Jalan Limau Manis, Kelurahan Koto Lua, Kecamatam Pauh, Kota Padang, Jumat (2/2) sekitar pukul 16.30 WIB.
Namun, ketiga pelajar SMP yang usianya masih belasan tahun itu hanya dilakukan pendataan dan pembinaan di Mapolsek Pauh lalu diserahkan kepada orang tuanya masing-masing. Hal itu dikarenakan tidak ditemukannya senjata tajam pada ketiga pelajar tersebut.
Jajaran Personil Polsek Pauh, Polresta Padang mengamankan tiga orang remaja yang masih berumur belasan tahun karena terlibat aksi tawuran. Namun mereka diamankan tanpa barang bukti, sehingga Polisi menyerahkannya kembali kepada orangtua masing-masing.
Kapolsek Pauh, AKP Nasirwan mengatakan, diamankannya ketiga remaja itu setelah pihaknya mendapat laporan adanya aksi tawuran ketika hujan deras melanda. Bahkan, masyarakat yang menyaksikan itu sempat melerai dua kelompok pelajar yang tawuran.
“Saat melerai aksi dari kedua kubu, masyarakat setempat mengamankan tiga orang diantaranya dan langsung melaporkannya ke Polsek Pauh, dan laporan tersebut langsung ditindaklanjutinya dengan mengerahkan personil yang sedang piket,” ungkap AKP Nasirwan.
Dijelaskan AKP Nasirwan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara warga dengan para pelaku tawuran di tengah-tengah hujan deras. Warga membubarkan aksi tawuran itu lantaran merasa resah dan geram hingga diamankanlah tiga diantaa pelajar tawuran tersebut.
“Ketiga remaja tersebut berinisial APR (15), KDP (14), dan MR (15). Para pelaku tawuran tersebut masih duduk di bangku salah satu SMP di Kota Padang. Usai diamankan, para pelajar tersebut langsung dibawa ke Mapolsek untuk dilakukan pendataan, dan dilakukan pembinaan terhadap mereka,” tegas AKP Nasirwan.
Menurut AKP Nasirwan, mereka diamankan tanpa barang bukti apapun, sehingga setelah dibawa ke Mapolsek dan dilakukan pendataan, selanjutnya dilakukan pemanggilan terhadap orang tua mereka. Usia membuat surat pernyataan dari orang tuanya, akhirnya dikembalikan ke keluarga masing-masing.
Sementara itu, Kompleks Balaikota Padang yang Jumat sebelumnya juga sempat menjadi tempat tawuran bagi pelajar dijaga ketat oleh personil Satpol-PP Pemko Padang bersama pihak kepolisian Polsek Koto Tangah.
“Kegiatan ini akan selalu intens dan rutin dilakukan oleh Satpol PP, kami berharap dengan dilakukan nya pengawasan ini bisa menurunkan angka tawuran antar pelajar, yang dimana tawuran ini akan merugikan orang lain bahkan diri mereka sendiri,” tulis dalam akun resmi Satpol-PP Padang.
Pengawasan yang dilakukan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kembalinya terjadi aksi tawuran antar pelajar yang belakangan ini marak terjadi di Kota Padang. (brm)






