METRO SUMBAR

Berangkatkan Penumpang, Bus AKAP Mulai Banyak Masuk Terminal Tipe A Anak Air Padang

1
×

Berangkatkan Penumpang, Bus AKAP Mulai Banyak Masuk Terminal Tipe A Anak Air Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Satu bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan merek Sembodo terlihat masuk ke Terminal Tipe A Anak Air di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Jumat pagi, (2/2). Saat bus masuk, petugas dengan sigap mendatangi dan mengarahkan bus tersebut menuju tempat parkir dalam terminal.

Beberapa petugas di terminal lalu dengan cekatan memeriksa seluruh bagian luar mobil dan dalam mobil. Beberapa dari mereka juga memeriksa kelengkapan surat-surat administrasi yang dibawa sopirnya. Pemeriksaan ramp check oleh petugas di terminal rutin dilakukan terhadap setiap bus yang masuk.

Setelah pemeriksaan usai, penumpang yang berdiri di pintu luar ruang tunggu lalu diminta segera menaiki bus. Ada empat penumpang bergegas naik, sambil membawa barang-barangnya untuk dimasukkan dalam bagasi bus.

Tidak lama berselang datang lagi Bus AKAP dengan merek Palala di belakang, menunggu antrian untuk menjalani pemeriksaan ramp check. Sementara itu di sisi lain terminal megah itu terlihat Bus Trans Padang yang melayani angkutan penumpang di Kota Padang silih berganti masuk terminal.

Begitulah aktifitas dan kondisi Terminal Tipe A Anak Air setiap harinya. Meski tidak terlalu ramai, namun aktifitas di terminal berjalan normal. Setiap harinya ada tiga hingga tujuh Bus AKAP yang masuk. Bahkan, kalau hari libur, penumpang masuk ke terminal cukup ramai dan bisa 10 bus yang masuk.

Selain itu juga ada Bus Damri yang melayani KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) di wilayah Provinsi Sumbar dan Trans Padang yang masuk terminal.

Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat (Sumbar), Muhammad Majid mengungkapkan, di terminal ini memang tidak ada perusahaan bus yang mendirikan pool. Namun demikian, berdasarkan sistemnya, diberi nama pengendapan. Artinya bus AKAP yang melewati atau melintasi Kota Padang, keberangkatannya masuk ke terminal ini.

Selain keberangkatan, di terminal ini Bus NPM dan beberapa PO bus lainnya sudah mendirikan outlet keberangkatan. “Lebih baik dibangun kerja sama dengan pengusaha bus masuk ke terminal dengan mendirikan outlet. Harapannya agar ada keberangkatan penumpang bus di terminal ini. Jika ada keberangkatan, bukan lagi jadi lintasan, pasti banyak penumpang di sini. Apalagi dibantu adanya Trans Padang dan angkutan kota lainnya,” ungkapnya.

Tidak hanya bus AKAP yang lewat Padang saja masuk ke terminal ini. Ke depan juga bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) diusahakan melalui Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar masuk ke terminal. “Karena Terminal Anak Air Tipe A itu bisa masuk semuanya. Termasuk juga angkutan kota,” terangnya.

Agar Bus AKDP juga bisa masuk ke terminal, Majid mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Sumbar, perlu adanya aturan berupa peraturan gubernur (pergub). Hal ini dikarenakan AKDP menjadi kewenangan provinsi.

Diakui Majid, penumpang di terminal ini tidak terlalu ramai. Masyarakat Kota Padang lebih banyak naik bus di pool bus. “Ini memang pekerjaan yang tidak mudah, merubah budaya masyarakat untuk naik di pool ke terminal. Butuh waktu,” terangnya.

Selain penumpang yang tidak begitu ramai, suasana sepi di Terminal Anak Air juga didukung dengan kosongnya tenant-tenant yang disediakan untuk UMKM. Diakui Majid, sejak dibuka pendaftaran kepada pelaku UMKM untuk mengisi tenant-tenant ini. Namun, dengan kondisi penumpang yang masuk terminal yang sepi, semua pelaku UMKM yang mendaftar akhirnya mengundurkan diri semuanya.

Untuk meramaikan terminal, BPTD Wilayah II Sumbar menjalin kerja sama dengan Poltekpel menjadikan ruang kosong di terminal untuk ruang kelas belajar mahasiswanya. “Ada dua kelas yang digunakan Poltekpel untuk belajar mahasiswanya di terminal ini,” terangnya.

Untuk meramaikan terminal, Majid juga berencana ingin menjalin kerja sama dengan pengusaha mobil bekas di Sumbar untuk menghadirkan bursa mobil bekas. “Kita sedang mencari perkumpulan atau paguyuban pengusaha mobil bekas di Padang ini. Kita tawarkan hadirnya bursa mobil bekas di terminal ini. Mudah-mudahan ini bisa terwujud, sehingga aktifitas ekonomi di terminal ini ada,” harapnya.

Meski saat ini banyak tenant yang kosong, namun Majid mengatakan pihaknya tetap membuka kesempatan bagi UMKM untuk mengisi tenant-tenant yang disediakan. “Silahkan isi tenat-tenant yang kita sediakan. Silahkan bikin acara atau event di sini,” ajaknya.(fan)