JAKARTA, METRO–Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (31/1). Ribuan massa yang mengenakan seragam desa itu menuntut DPR RI untuk segera mengesahkan Revisi Undang-Undang Desa.
Ribuan massa demo dari Apdesi itu hingga kini masih memadati gerbang utama gedung DPR/MPR. Arus lalu lintas Jalan Gatot Soebroto arah Senayan-Slipi pun tersendat.
Hari ini undang-undang desa kita perjuangkan. Ingat sampai sore pun kita berkumpul, harga mati Revisi Undang-Undang Nomor 6,” kata Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya saat berorasi dari mobil komando.
Ia meminta Ketua DPR RI Puan Maharani bisa segera meresmikan Revisi UU Desa.
“Semua kita doakan, semoga Ketua DPR hatinya dibukakan bahwa sesungguhnya yang hadir hari ini adalah masyarakat kecil dari desa, pemerintahan terkecil di desa,” tegas Surta Wijaya.
Dalam aksinya APDESI menuntut 3 hal dalam demonstrasi kali ini yakni meminta perpanjangan masa jabatan dari 6 tahun menjadi 9 tahun selama dua periode.
Kemudian mereka juga meminta kenaikan dana desa menjadi Rp 5 miliar dan terakhir mereka meminta agar kepala desa bisa memiliki kewenangan membantu warga tanpa harus menunggu instruksi dari gubernur.
Sambil menuntut pengesahan Revisi UU Desa, massa dari Apdesi itu pun terlihat melakukan pengerusakan pagar DPR dengan palu besar san memukulkannya ke tembok pagar DPR.
Mereka juga turut merusak pagar DPR. Massa aksi lainnya pun turut melemparkan botol plastik dan juga batu ke arah petugas yang tengah berjaga di halaman gedung DPR.
Terdengar dalam video yang beredar, massa berteriak-teriak mendesak revisi UU Desa disahkan.
“Penentuannya hari ini (pengesahan Revisi UU Desa) bukan nanti, kami bosan dengan janji janji DPR,” kata seorang dari mobil orator.
Melihat itu, sejumlah polisi yang berjaga di lokasi pun langsung bersiaga. Polisi pun sempat memberikan imbauan. Namun, lemparan batu dari massa tak kunjung berhenti. Petugas kemudian berlindung di balik tameng dan water cannon. “Saudara-saudara sekalian tolong tertib,” kata anggota polisi melalui pengeras suara. (jpg)






