METRO PESISIR

17 Ribu Rumah Belum Miliki JambanDPPKB Koordinasi dengan Dandim 0308 Pariaman

0
×

17 Ribu Rumah Belum Miliki JambanDPPKB Koordinasi dengan Dandim 0308 Pariaman

Sebarkan artikel ini

PDG. PARIAMAN, METRO–Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Padangpariaman Elfi Delita menyatakan sebanyak 17 orang masyarakat se Kabupaten Padangpariaman sepanjang tahun 2022 belum memiliki jamban. Dengan kondisi demikian DPPKB Padangpariaman hingga kini lagi melakukan pencarian ibu dan bapak asuh agar dapat menjadi orang yang bisa menyediaan jamban bagi rumah masyarakat belum memi­liki jamban.

“Sebab, rumah yang belum memiliki jamban tersebut sangat rentan dengan terjadi kasus keluarga terkena stunting. Ka­rena itulah kita sekarang melakukan pendataan ma­syarakat yang siap menjadi Bapak dan Ibu asuh untuk masyarakat rumahnya yang belum memiliki jamban,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Padangpariaman Elfi Delita, kemarin.

Apalagi katanya, sebanyak 23916 ribu penduduk ada terkena resiko stunting saat pendataan keluarga tahun 2022. Makanya, DPPKB Padangpariaman sepanjang tahun 2023 hingga kini terus me­lakukan tingkatkan penyuluhan pada kader kader KB di seluruh Kabupaten Pa­dangpariaman agar me­lakukan pendampingan bagi masyarakat yang anak­nya terkena stunting.

“Saat kita melakukan pendataan tahun 20222 menemukan rumah rumah masyarakat yang belum memiliki jamban, tapi mung­kin tahun ini telah berubah, karena itu pendataan tahun 2022. Rumah masyarakat yang belum memiliki jamban beresiko tekena satunting. Namun, tahun 2023 ini datanya rumah rumah masyarakat yang belum memiliki jamban belum ada, karena hasil pendataan tahun 2023 keluar bulan Februari 2024,” ungkapnya.

Katanya, Bupati Pa­dang­pariaman Suhatri Bur mengharapkan tahun 2024 bahwa Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar semba­rangan sudah tidak ada lagi, karena jamban tidak ada. “Karena itulah kita sekarang melakukan pencarian Ibu dan Bapak asuh dalam pembuatan jamban rumah rumah masyarakat yang belum miliki jamban,” ujarnya

Dikatakan, hingga kini  belum ada bantuan, karena itulah ia mengimbau warga yang belum memiliki jamban keluarga agar tidak buang air besar sembarangan. Soalnya hal itu berdampak pada banyak hal. Diantaranya penyebaran penyakit menular, anak kurang gizi dan stunting.

“Dampaknya banyak sekali, diantaranya penyebaran penyakit menular, timbulnya anak kurang gizi/gibur dan stunting. Jadi untuk warga yang belum punya jamban didorong untuk bisa punya jamban. Bila belum punya untuk tidak BAB sembarangan. Meski begitu kita juga berusaha mencarikan ibu dan bapak asuh untuk membuat jamban tersebut. Bahkan kita sekarang telah melakukan kerja sama de­ngan Dandim Pariaman untuk pembangunan jamban tersebut,” ujarnya.

Makanya, sekarang lan­jutnya, DPPKB Padangpariaman lagi melakukan pendatan Ibu dan Bapak asuh yang siap membantu masyarakat dalam pembuatan jamban. “Karena itulah kita hingga kini me­lakukan koordinasi dengan dandim 0308 Pariamanuntuk pembangunan jamban untuk rumah warga yang belum miliki jamban. Saat kita koordinasi Dandim berjanji akan mencarikan CSR CSR untuk pemba­ngunan jamban miliki ma­syarakat tersebut,” tandasnya. (efa)