PDG.PARIAMAN, METRO–Pelaksanaan pemilu serentak 2024 secara tidak langsung berdampak terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Hal tersebut karena akan menentukan nasib bangsa Indonesia lima tahun ke depan.
Bahkan, beberapa wilayah di Indonesia telah terjadi perpecahan antarsesama saudara yang berbeda pilihan terhadap calon peserta pemilu tersebut. Tentunya hal tersebut mengundang perhatian kalangan tokoh masyarakat dan ulama di berbagai daerah.
Karena, dalam Islam sendiri sangat menjaga bagaimana masyarakatnya menjaga hubungan antar sesama manusia baik itu antar suku, agama dan bangsa.
“Dalam Islam, menjaga silaturahmi antar sesama muslim, Antar agama dan Antar bangsa adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada satupun pengajaran dalam Islam yang boleh menyakiti antar sesama, karena kita harus menjaga hubungan atar manusia Dan antar agama pun ada aturannya,” ungkap Syekh Muda Buya H M Jali Sadana Dt Tuanku Sinaro Mangkuto yang merupakan tokoh agama di Kabupaten Padangpariaman ini.
Lebih jauh Syekh Muda Buya H M Jali Sadana memaparkan, selaku pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Sadaniyah mengajak dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Sumatera Barat umumnya dan masyarakat Kab Padang Pariaman khususnya serta para Jamaah untuk bersama-sama menyukseskan Pemilu Serentak tahun 2024 yang aman damai dan badunsanak
“Saya mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai hak pilih suaranya untuk dapat Datang ke TPS tanggal 14 Februari 2024 untuk menggunakan Hak suaranya karena satu pilihan kita menentukan kemana arah bangsa Indonesia,” lanjut Ustad Syekh Muda Buya H M Jali Sadana.
Ia pun menekankan pentingnya untuk memilih pemimpin yang jujur, adil, amanah, dan bermartabat sehingga dapat membawa bangsa kita kearah yang lebih baik dan makmur demi kesejahteran rakyat Indonesia semuanya.
Kemudian Buya juga berharap agar kita sama-sama menjaga ukwah islamiah antar umat beragama demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang lebih maju.
“Sehingga kita semua dapat menolak segala bentuk berita-berita Hoax, Sara dan ujaran kebencian yang selama ini selalu dijadikan alat untuk kepentingan politik oleh kelompok-kelompok tertentu yang akhirnya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan kita di tengah-tengah masyarakat,” tukasnya. (rgr)






