BERITA UTAMA

Sudah 14 Hari Hilang, Keberadaan 2 Mahasiswi masih Misteri, Keluarga Dibuat Cemas, Harapkan Korban Selamat, Polisi Sebar Foto-foto Korban ke Medsos

0
×

Sudah 14 Hari Hilang, Keberadaan 2 Mahasiswi masih Misteri, Keluarga Dibuat Cemas, Harapkan Korban Selamat, Polisi Sebar Foto-foto Korban ke Medsos

Sebarkan artikel ini
MAHASISWI HILANG— Dua Mahasiswi STIE KBP Padang Siska Oktavia Rusdi (24) dan Adek Gustiana (23) yang sampai saat ini belum juga ditemukan.

PADANG, METRO–Keberadaan dua mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan, Perbankan dan Pembangunan (STIE KBP) Padang yang hilang sejak 14 hari belakangan ini, belum juga diketahui. Keluarga mereka pun dibuat cemas lantaran kedua korban tak kunjung ditemukan.

Salah seorang keluarga korban, Rezki Putri Handayani (36) mengatakan, Siska Oktavia Rusdi (24) dan temannya Adek Gustiana (23) pergi dari rumah di Kampung Apar Sungai Buluh Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman pada 12 Januari 2024 lalu, sekitar pukul 09.00 WIB.

“Waktu pergi dari rumah, kami tidak tahu pasti kemana Siska dan temannya berangkat. Tapi, dari keterangan teman-teman mereka yang lainnya, keduanya mau pergi ke pasar. Karena tak kunjung pulang, sekitar pukul 22.00 WIB kami langsung melapor ke Polisi,” kata Rezki Putri Handayani yang merupakan sepupu dari korban Siska.

Sebelum hilang, kata Rezki Putri Handayani, pihak keluarga tidak melihat kecurigaan dari adiknya itu dan malah keduanya terlihat biasa saja dan ceria. Apalagi, Siska memang setiap pergi dari rumah selalu berpamitan kepada orang tuanya.

“Chika orang ceria-ceria saja. Kalaupun ada masalah selalu diomongin dan tidak ada ditutupi. Kalau mau pergi kemana selalu ngomong. Makanya, kelaurga tidak ada yang menyangka Siska ini akan menghilang seperti itu,” ujarny.

Rezki Putri Handayani menuturkan, adiknya bersama temannya itu berangkat dari rumah menggunakan motor Yamaha Mio M3. Tak lama kemudian, pihaknya menerima informasi bahwa motor yang dikendarai korban bersama temannya itu telah ditemukan di Kota Padang, tapi Siska dan temannya tidak ada di lokasi penemuan sepeda motor tersebut.

“”Kami dapat laporan bahwa motor yang mereka bawa ditemukan di daerah Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kami dari pihak keluarga masih belum menerima perkembangan dari pihak kepolisian terkait hilangnya Siska dan Adek. Kami sangat cemat dan khawati karena sudah 14 hari mereka hilang. Kami hanya bisa berharap mereka segera ditemukan dengan selamat,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait hilangnya dua gadis asal Kabupaten Padangpariaman dan Pasaman itu. Penyelidikan dilakukan atas laporan dan penemuan barang bukti motor di ladang bengkuang Limau Puruik, Kelurahan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, yang diduga milik kedua korban.

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino mengaku motor tersebut awalnya ditemukan oleh warga setempat. Saat ini sepeda motor bermerek Yamaha Mio M3 berwarna merah hitam dengan nomor polisi BA 4292 FA, yang sebelumnya sempat dilaporkan ke Polsek Batang Anai sudah diamankan sebagai barang bukti.

“Ketika kami konfirmasi, pihak keluarga membenarkan bahwa motor tersebut adalah kendaraan yang digunakan oleh Siska sebelum dilaporkan hilang bersama temannya. Namun kedua perempuan yang berstatus mahasiswi itu sampai saat ini belum diketahui keberadaannya,” imbuhnya.

Bahkan, kata Kompol Afrino, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk mencari keberadaan kedua gadis tersebut, termasuk menyebarkan informasi dan foto kedua korban ke media sosial. Sayangnya, upaya itu belum membuahkan hasil dan belum ada informasi keberdaan kedua korban.

“Kami juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, namun belum ada keterangan yang mengarah pada penyebab hilangnya kedua gadis tersebut. Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan kedua gadis tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian,” tutupnya.

Diketahui, Siska dan temannya Adek Gustiana warga Pasaman dilaporkan hilang ke Polsek Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman. Korban Siska dan temannya pergi sempat berpamitan kepada orang tuanya di Padangpariaman, tapi tiba-tiba menghilang secara misterius. (brm)