AIE PACAH, METRO–Aksi tawuran pelajar kembali pecah di Kota Padang. Ngerinya lagi, tawuran terjadi di Kompleks Perkantoran Balai Kota Pemerintah Kota Padang, Aiepacah, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (26/1) siang. Dalam rekaman video yang viral tersebut, tampak beberapa orang pemuda berlari sambil membawa kayu.
Dalam video tersebut, para pelajar tersebut tampak saling kejar dan saling serang di ruas jalan yang tak jauh dari tugu Apeksi Balaikota. Mereka terlihat masih menggunakan atribut sekolah lengkap, mulai dari pakaian, sepatu hingga menyandang tas.
Salah seorang di antara mereka terlihat membawa potongan kayu dan mengejar pelajar lain lalu memukulnya. Beberapa orang dewasa di sekitar lokasi juga terlihat mengejar para pelajar itu untuk membubarkannya.
Video direkam dari ketinggian yang agak jauh dari lokasi sehingga aksi itu terlihat jelas. Di dalam video juga terdengar berbagai kata kotor yang dilontarkan pelajar tersebut.
Diamkan Babinsa dan Pemuda
Dengan aksi ini, Pemko Padang mengaku tidak akan tinggal diam, dan berencana akan meningkatkan pengawasan. Sekda Kota Padang, Andree Algamar kepada POSMETRO, Jumat (26/1), sudah mewanti-wanti semua pihak agar tidak terjadi kejadian serupa di pusat Pemerintahan Kota Padang.
“Kita telah meminta semua pihak keamanan meningkatkan pengawasan sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi. Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait hal ini,” kata Andree.
Menurutnya, kejadian tawuran pelajar tersebut terjadi saat umat muslin menunaikan ibadah shalat Jumat, sehingga pengawasan di sana menjadi longgar. “Saya kebetulan menunaikan ibadah shalat Jumat di Korem Wirabraja,” lanjut Andree.
“Ini tentu akan menjadi perhatian khusus kami dalam meningkatkan pengawasan serta keamanan di balaikota, mengingat ini bukan kejadian pertama kali,” jelasnya.
Selain itu, berdasarkan laporan security di Balaikota Padang, pelaku beserta sepeda motor telah berhasil diamankan dibantu oleh Babinkamtibmas dan ketua pemuda,” katanya.
“Kita juga akan mensiagakan security di pintu-pintu masuk yang diduga sebagai gerbang utama bagi anak-anak pelaku tawuran tersebut di waktu shalat Jumat berlangsung,” pungkas sekda. (brm)






